Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Pemberontak Libya Rebut Bandara Sirte
Pemberontak Libya Rebut Bandara Sirte
Ditulis oleh Alex Johnston Jumat, 30 September 2011

alt

Pejuang pemberontak Libya yang didukung oleh pemerintah sementara mengatakan mereka telah mengambil alih bandara di Sirte, salah satu kota yang terakhir dikuasai oleh pasukan yang setia kepada pemimpin buronan Moammar Gadhafi, menurut laporan media pada Kamis (29/9).

Serangan itu muncul hanya beberapa hari setelah pejuang mengambil alih pelabuhan kota.

Setelah pertempuran sengit pada hari Rabu, para pejabat dengan Dewan Transisi Nasional (NTC) mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa pemberontak mampu mengambil alih bandara.

Sirte, tempat kelahiran Gadhafi, dan Bani Walid adalah kota terakhir yang diduduki oleh pasukan mantan pemimpin tersebut.

Serangan di Sirte dibuat sedikit lebih mudah daripada serangan udara NATO terhadap sasaran strategis selama seminggu terakhir. Namun, para pejuang mengalami kesulitan mendekati kota karena penembak jitu dan artileri.

"Daerah pesisir telah diamankan oleh revolusioner dari bagian sektor barat dan kaum revolusioner dari sektor timur dekat Pulau Abu Hadi, yang memisahkan kaum revolusioner di sektor barat dan timur," kata seorang pejuang, Walid Salim, kepada al-Arabiya televisi.

Gadhafi sendiri telah lolos dari penangkapan setelah ibukota Tripoli dan kampnya dirampas oleh pasukan pemberontak pada akhir Agustus. Laporan telah muncul bahwa ia mungkin bersembunyi di daerah gurun di dekat perbatasan selatan dengan Aljazair dan Nigeria. (EpochTimes/dia)