Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Pemenang ‘Pioneer of The Year’ Swedia Praktisi Falun Gong
Pemenang ‘Pioneer of The Year’ Swedia Praktisi Falun Gong
Ditulis oleh Barbro Plogander Senin, 24 Oktober 2011

alt

Sosok Pemenang ‘Business Pioneer of The Year’ Swedia Patahkan Propaganda Komunis China Terhadap Falun Gong

Raja Swedia Carl Gustaf XVI menganugrahi pengusaha telekomunikasi Vasilios Zouponidis sebagai 'Business Pioneer of the Year' dalam upacara di Istana Kerajaan di Stockholm, (17/10). Penghargaan ini banyak menyoroti contoh-contoh yang baik dan teladan di kalangan para imigran Swedia.

"Saya senang menerima penghargaan ini dari Yang Mulia. Saya dan rekan saya menyukainya, setengahnya dari mereka adalah imigran. Ini adalah penghargaan yang sangat menggembirakan bagi kami," kata Mr. Zoupounidis.

"Pada saat yang sama, mendapatkan pengakuan untuk semua kerja keras adalah baik. Para Atlet bersaing untuk memenangkan hadiah, tapi para pengusaha tidak berpikir seperti itu. Anda bekerja keras setiap hari untuk membangun proyek Anda. Jadi ini adalah kejutan yang luar biasa," ia menambahkan.

Ide untuk memulai sebuah perusahaan datang dari minatnya terhadap budaya Tiongkok dan keterlibatannya dalam hak asasi manusia. Dia merasa bahwa dia membutuhkan banyak dana untuk dapat membuat perubahan.

Vasilios Zoupounidis, kelahiran Yunani memulai bisnisnya pada 2004. Ini adalah mitra bisnis dalam industri telekomunikasi untuk usaha kecil dan memberikan contact person yang membantu perusahaannya memanfaatkan sumber daya dengan cara terbaik.

Perusahaannya selama beberapa tahun telah aktif dalam memberikan informasi kepada orang-orang, terutama orang-orang China, tentang situasi hak asasi manusia di China. Salah satu caranya adalah mengirimkan informasi lewat fax langsung ke China daratan. Ini adalah pendukung kebebasan media China yang independen, baik untuk surat kabar dan penyiaran, maupun penyelenggaraan konferensi pers untuk menarik perhatian terhadap pelanggaran hak asasi manusia di China.

Mr. Zoupounidis berbicara tentang bagaimana dia berlatih Falun Gong dan mengetahui bahwa di China orang-orang yang menekuni praktek spiritual ini dipenjara, disiksa dan dibunuh. Dia merefleksikan bagaimana propaganda yang digunakan rezim komunis China untuk menindas para praktisi Falun Gong di China.

"Dalam propagandanya, rezim komunis China menyatakan bahwa praktisi Falun Gong adalah orang-orang bodoh, dan orang-orang yang memiliki kecerdasan rendah," katanya," Di sini, di Swedia, saya yang berlatih Falun Gong, menerima penghargaan dari raja untuk menjadi pengusaha sukses, dan saya disoroti sebagai seorang model. Sementara itu, para praktisi di China dianiaya. Kebohongan propagandanya jelas terlihat bagi semua orang."

Mr. Zoupounidis telah mempelajari pengobatan tradisional Tiongkok, terlatih dalam akupunktur, dan selalu tertarik pada budaya Tiongkok.

Bukti perusahaannya mencerminkan minatnya terhadap budaya Tiongkok adalah saat ia membantu Asosiasi Falun Dafa Swedia untuk mengundang Shen Yun Performing Arts – sebuah perusahaan seni pertunjukan tari tradisional Tiongkok klas dunia ke Swedia. Misi perusahaan adalah untuk mengembalikan kebudayaan tradisional Tiongkok, yang saat ini ditekan oleh rezim komunis China.

Kompetensi Penjualan model bisnis telah terbukti bergema. Setelah enam tahun, pendapatannya melebihi dari 13 juta dollar AS dan dalam tahun 2016 pendapatannya mencapai 60 juta dollar AS.

Telah terjadi perubahan yang baik bagi seorang anak imigran yang datang ke Swedia sebagai anak berusia tiga tahun yang mengalami kediktatoran dan kemudian melarat di Yunani. Setelah bertemu orang yang telah mengalami penyiksaan di penjara dan kediktatoran China saat ini, ia memiliki kemauan dan hati yang kuat untuk membantu.

Sebuah pepatah tradisional China mengatakan, "perbuatan baik akan mendapatkan pahala, perbuatan buruk akan mendapat ganjaran." (EpochTimes/suk)