| Ratusan Korban Tewas Akibat Banjir di Philipina |
| Ditulis oleh Erabaru | Minggu, 18 Desember 2011 |
|
Banjir bandang akibat badai tropis di Pulau Mindanao, Philipina Selatan, menyebabkan lebih dari 400 orang tewas, menurut para pejabat. Palang Merah Philipina mengatakan sebagian besar korban tewas ditemukan di dua kota pesisir, Cagayan de Oro dan Iligan, Sabtu (17/12). Sekretaris Jenderal Palang Merah Philipina Gwen Pang mengatakan data korban tewas itu diperoleh berdasarkan jumlah jenazah yang ditemukan di beberapa lokasi sejauh ini. Seperti dilaporkan kantor berita AP, banyak jenazah belum dibawa pulang oleh keluarga mereka dari tempat-tempat penampungan jenazah. Militer Philipina membantu warga yang menyelamatkan diri di atap-atap rumah. Seorang juru bicara militer mengatakan sebagian desa hanyut seluruhnya ke laut. Sebagian korban sedang terlelap tidur ketika banjir bandang menerjang rumah mereka Jumat malam, menyusul hujan deras selama berjam-jam dan angin kencang. "Banjir besar terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Kota Iligan dan Kota Cagayan de Oro," kata Kepala Badan Nasional Penyelamatan Bencana, Benito Ramos. Ramos menambahkan jumlah korban diperkirakan terus meningkat. Benito Ramos menjelaskan salah satu alasan mengapa jumlah korban tewas di Mindanao besar karena warga lengah sebab selama ini daerah tersebut biasanya tidak dilalui badai, meskipun pihak berwenang telah memperingatkan akan adanya badai ini. Sejumlah korban selamat menuturkan mereka tiba-tiba mendengar suara keras dan banjir masuk ke rumah mereka. Mantan anggota Kongres Philipina, Ayi Hernandez, mengatakan keluarganya sedang beristirahat di rumah ketika air tiba-tiba datang. Dia memutuskan membawa keluarganya mengungsi ke rumah tetangga yang bertingkat dua. "Langkah itu bagus karena dalam waktu kurang dari satu jam permukaan air naik menjadi 3,3 meter," katanya. Ribuan tentara yang didukung personil kepolisian, tentara cadangan, polisi penjaga pantai dan relawan sipil dikerahkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dan membersihkan puing-puing reruntuhan. Mereka juga membersihkan jalan-jalan dari pohon tumbang dan kendaraan rusak. Namun banyak jalan terputus dan tidak ada aliran listrik sehingga kondisi itu menghambat upaya pertolongan. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Diganjar Penjara Seumur Hidup, Patek : Saya Mohon Maaf
- Takut Gempa Susulan Ribuan Warga Italia Mengungsi
- Chen Guangcheng Tiba di Amerika Serikat
- Pakistan Blokir Twitter
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Jatuhnya Sukhoi "Human Error," Kegagalan Teknis atau Faktor Cuaca?
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu





Mozilla Firefox