| Banyak Yang Menduga Warga ‘Terpaksa’ Menangisi Kim Jong-il |
| Ditulis oleh Erabaru | Rabu, 21 Desember 2011 |
|
Sejumlah foto yang dirilis media negara Korea Utara menggambarkan upacara khidmat di sejumlah aula dan tempat terbuka lainnya di Pyongyang. Setidaknya ada beberapa orang yang meratap dan menangis di jalanan Pyongyang terlihat dengan ekspresi yang tulus, demikian laporan koresponden BBC di Pyongyang. Rafael Wober, seorang wartawan dari Associated Press, salah satu dari sedikit media yang diberi akses untuk masuk ke Pyongyang menggambarkan suasana ketika kabar kematian mengemuka, Senin (19/12) lalu. "Pengumuman keluar dalam keadaan yang sangat mengejutkan. Saya pergi keluar, saya langsung melihat di koridor hotel pegawai menangis, di restoran dan toko di bawah, semua pegawai hotel menangis, terisak''. Banyak yang menduga warga Korea Utara 'terpaksa' menangisi kematian Kim Jong-il. Salah seorang aktivis Korut yang sekarang tinggal di Seoul mengenang kejadian serupa pada tahun 1994, saat pendiri negara Kim Il-song meninggal dunia. "Anda tidak bisa untuk tidak menangis diluar jadi warga biasanya mencubit diri mereka sendiri agar mereka menangis,'' ujarnya. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Diganjar Penjara Seumur Hidup, Patek : Saya Mohon Maaf
- Takut Gempa Susulan Ribuan Warga Italia Mengungsi
- Chen Guangcheng Tiba di Amerika Serikat
- Pakistan Blokir Twitter
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Sepatu Hak Tinggi Sebabkan Gangguan Otot Kaki
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Jatuhnya Sukhoi "Human Error," Kegagalan Teknis atau Faktor Cuaca?
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu





Mozilla Firefox