Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Kim Jong-il Gemar Film-film Ekstrim
Kim Jong-il Gemar Film-film Ekstrim
Ditulis oleh Erabaru Kamis, 22 Desember 2011

alt

Oleh sebagian kalangan Kim juga dikenal gemar menikmati film-film ekstrim.

Pada tahun 1978, jauh sebelum ia mengganti ayahnya Kim Il Sung, ia memerintahkan penculikan sutradara film Korea Selatan.

Shin San-ok diculik dalam kunjungan ke Hong Kong dan para agen menyeretnya ke dalam mobil dan membawanya ke Pyongyang.

Ia ditahan di penjara pria selama beberapa tahun dan bertahan hidup dengan makan "rumput, beras dan nasi" sebagai hukuman karena mencoba melarikan diri.

Setelah empat tahun dipenjara, ia tiba-tiba dibebaskan dan bertemu lagi dengan istrinya Choe Eun-hui dalam pesta mewah yang diselenggarakan pemerintah.

Dalam otobiografinya, Shin menulis tentang percakapannya dengan Kim Jong-il.

"Sutradara film Korea Utara hanya membuat hal yang rutin," ujar Kim yang saat itu menjadi menteri kebudayaan.

"Mereka tidak punya gagasan baru," tambahnya.

"Karya mereka memiliki plot yang sama. Semua film kami diisi dengan tangisan. Saya tidak memerintahkan mereka untuk menggambarkan hal seperti itu."

Shin dan istrinya Choe juga diminta membuat film oleh rezim itu.

Dari tujuh film yang mereka produksi pada saat di bawah perintah Kim adalah Pulgasari, versi komunis Godzilla, dan film drama mencakup adegan cium pertama di negara itu.

Shin dan istrinya pada intinya ditempatkan sebagai tahanan rumah bila mereka tidak memproduksi film.

Namun Shin mengatakan ia dapat dengan mudah menemui Kim Jong-il.

"Ia mendengar apa kata saya karena kami berasal dari Korea Selatan," kata Shin kepada harian the Guardian pada tahun 2003.

"Walaupun kami mengkritik sesuatu, ia ingin kami jujur. Namun yang lain bisa saja dibunuh bila berkata jujur," imbuhnya.

Shin dan istrinya akhirnya berhasil melarikan diri dalam kunjungan ke Wina tahun 1986, tidak lama setelah menyelesaikan film Pulgasari.

Film ini termasuk salah satu film Korea Utara yang dapat dilihat secara umum termasuk di YouTube, lengkap dengan tulisan produser eksekutif Kim Jong-il. (Erabaru/bbc.co.uk/sua)