|

Kematian 24 tentara Pakistan dalam serangan udara AS menjelang akhir bulan lalu adalah hasil dari kegagalan komunikasi oleh kedua kubu, kesimpulan penyelidikan Pentagon atas masalah tersebut yang dipublikasikan Kamis (22/12).
Pasukan Pakistan tewas dalam serangan udara NATO di dekat perbatasan Afghanistan dalam insiden kebakaran terburuk sampai saat ini karena perang yang berlangsung selama satu dekade.
Pada saat itu, pasukan Amerika "bertindak membela diri dan dengan kekuatan yang tepat setelah diserang," berdasarkan informasi yang mereka terima sebelum insiden itu, Departemen Pertahanan mengatakan.
Namun, upaya koordinasi yang buruk oleh perwira militer Amerika dan Pakistan, termasuk ketergantungan pada pemetaan yang salah "mengakibatkan kesalahpahaman tentang lokasi sebenarnya dari kesatuan militer Pakistan," tulis pernyataan itu.
"Ini, ditambah dengan kesenjangan lain dalam informasi tentang kegiatan dan penempatan kesatuan dari kedua belah pihak, memberikan kontribusi terhadap hasil yang tragis," tambahnya.
Insiden itu mendapat kritik keras dari kepemimpinan Pakistan dan meletakkan beban pada hubungan yang sudah tegang antara Islamabad dan Washington, DC
NATO dan pejabat AS lainnya, termasuk menteri Luar Negeri Hillary Clinton, meminta maaf atas kesalahan dalam upaya untuk memperbaiki hubungan. Pakistan telah mengklaim bahwa tentara mereka sengaja diserang dan mengatakan sangat tidak mungkin bahwa para prajurit itu keliru mengidentifikasi militan.
Menangani masalah tersebut, Pentagon mengatakan penyelidikan menemukan bahwa "tidak ada upaya yang disengaja untuk menargetkan orang-orang atau tempat yang diketahui menjadi bagian dari militer Pakistan, atau sengaja memberikan informasi lokasi yang tidak akurat kepada para pejabat Pakistan."
Laporan Pentagon menambahkan bahwa Amerika Serikat akan "belajar dari kesalahan-kesalahan ini" dan mengambil tindakan korektif untuk mereka untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Tapi yang lebih penting, kedua negara harus mencoba untuk kembali percaya satu sama lain, menurut pernyataan itu. "Kita tidak bisa beroperasi secara efektif di perbatasan atau di bagian lain dari hubungan kita tanpa menunjukan kepercayaan mendasar masih kurang antara kita," katanya.
Pakistan baru-baru ini mengatakan akan mengenakan pajak pada semua pengiriman kontainer pasokan NATO yang bergerak dari dalam negeri ke Afghanistan sebagai bentuk pembalasan atas serangan tersebut . Para pejabat mengatakan kepada The Guardian bahwa Islamabad telah menerima hanya sedikit bahkan tidak sama sekali dari Amerika Serikat dan NATO imbalan atas diizinkannya kargo mereka untuk lewat.
Sejak insiden itu, Pakistan telah memblokir semua pengiriman NATO masuk atau keluar negeri.
Temuan penyelidikan tersebut menimbulkan gejolak di pemerintah Pakistan telah mencapai puncak baru ketika Presiden Asif Ali Zardari berbicara minggu ini tentang rumor kudeta. Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani pada Kamis mengatakan bahwa ada konspirasi untuk mengusir dia, menurut televisi Al-Jazeera.
"Saya ingin membuat jelas bahwa konspirasi sedang dikembangkan di sini untuk membereskan pemerintah politik," kata Gilani, menurut penyiar. (EpochTimes/dia) |