Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> China Masuki Kawasan Terlarang Philipina
China Masuki Kawasan Terlarang Philipina
Ditulis oleh Erabaru Selasa, 10 Januari 2012

alt

Pemerintah Philipina menuding tiga kapal milik China memasuki perairan miliknya dekat kepulauan Spratly yang tengah menjadi sengketa sejumlah negara.

Kementerian Luar Negeri Philipina mengatakan sebuah kapal milik angkatan laut China dan dua kapal lain asal negara itu terlihat dekat gugus Pulau Sabina pada tanggal 11 dan 12 Desember lalu.

Pemerintah Philipina telah memanggil pejabatcharge d'affaires Kedubes China di Manila untuk mendengarkan keluhan resmi atas insiden tersebut.

Kepulauan Spratly yang diduga kaya akan cadangan minyak dan gas tengah diperebutkan oleh enam negara di kawasan Asia.

Selain China dan Philipina, negara lain yang juga merasa berkepentingan atas perebutan pulau itu adalah Brunei Darusalam, Malaysia, Vietnam dan Taiwan.

Dalam insiden terakhir di perairan Philipina, Komandan Militer Philipina, Letnan Jenderal Juancho Sabban mengatakan mereka telah mengerahkan sebuah kapal patroli dan sebuah pesawat tempur untuk mengawasi pergerakan kapal-kapal asal China itu hingga keluar dari wilayah perairan negara tersebut.

Ketiga kapal itu dicurigai muncul dari pulau yang diduduki China, Mischief Reef.

"Kami mengawasi mereka," kata Sabban kepada kantor berita Associated Press.

"Mereka tidak membuang sauh atau mengeluarkan bahan untuk membangun sesuatu, mereka kelihatannya hanya melewati kawasan itu."

Tidak ada respon langsung dari China yang dikeluarkan secara cepat khusus untuk merespon insiden ini namun Deputi Menteri Luar Negeri China, Liu Zhenmin, mengatakan di Beijing situasi di Laut China Selatan saat ini "damai dan stabil". (Erabaru/bbc.co.uk/sua)