| Dunia Prihatin Atas Program Nuklir Iran |
| Ditulis oleh Erabaru | Kamis, 12 Januari 2012 |
|
Beberapa negara di dunia kini mulai prihatin atas program nuklir Iran yang telah meresahkan dunia internasional. Rusia menyampaikan keprihatinannya terhadap kabar yang menyebutkan Iran mulai melakukan pengayaan uranium ke tingkatan yang lebih tinggi dari sekadar untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan upaya pengayaan yang dilakukan pada fasilitas nuklir bawah tanah Fordo dekat kota Qom menunjukan Iran mengabaikan keprihatinan internasional terhadap program nuklir mereka. "Moskow telah menyampaikan penyesalannya dan khawatir terhadap kabar yang menyebutkan mulai dilakukannya pengayaan uranium di reaktor nuklir Iran," demikian pernyataan Kemenlu Rusia seperti dikutip dari kantor berita Rusia, ITAR-TASS. Rusia merupakan salah satu negara yang dianggap memiliki hubungan diplomatik cukup dekat dengan Iran. Keprihatinan terhadap kebijakan Iran ini juga disampaikan China yang sebelumnya menolak pemberian sanksi terhadap negara itu. China memperingatkan kemungkinan munculnya musibah sebagai konsekuensi jika isu soal nuklir Iran ini membesar dan berujung pada konflik. Jepang sebelumnya telah mengatakan "sangat prihatin" terhadap langkah Iran dalam menangani nuklirnya. Pernyataan keras telah disampaikan Amerika Serikat yang meminta Iran menghentikan upaya baru pengayaaan nuklirnya tersebut. Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton mengatakan "tidak ada satu hal pun yang bisa membenarkan" langkah Iran ini. Raeksi keras Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya muncul setelah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran tengah memulai proses pengayaan uranium di pembangkit Fordo dekat kota Qom di utara negeri itu. Juru bicara IAEA Gill Tudor mengatakan badan itu bisa memastikan Iran tengah melakukan pengayaan uranium hingga 20%. Sejumlah analis mengatakan pengayaan 20% adalah langkah penting untuk menjadikan uranium ke tingkat persenjataan. Namun Iran bersikukuh pengayaan uranium itu dilakukan untuk memproduksi isotop untuk proses pengobatan kanker. Teheran mengatakan proyek pengayaan uranium ini dimulai pada 2007, namun IAEA meyakini fasilitas ini sudah mulai dibangun pada 2006. Wartawan BBC di Iran James Reynolds mengatakan fasilitas nuklir itu menarik banyak perhatian dan kecurigaan. Tempat itu dibangun di bawah tanah, dibangun dengan sangat kuat dan dijaga ketat angkatan bersenjata. Sehingga fasilitas nuklir ini sulit diserang lewat udara. Negara- negara Eropa berencana untuk menerapkan sanksi baru bagi Iran atas laporan terbaru yang dimunculkan oleh IAEA karena dinilai telah melanggar resolusi PBB. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Kampak Si Penebang Pohon
- Diganjar Penjara Seumur Hidup, Patek : Saya Mohon Maaf
- Takut Gempa Susulan Ribuan Warga Italia Mengungsi
- Chen Guangcheng Tiba di Amerika Serikat
- Pakistan Blokir Twitter
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Jatuhnya Sukhoi "Human Error," Kegagalan Teknis atau Faktor Cuaca?
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu





Mozilla Firefox