| Presiden Baru Guatemala Serukan Perang Terhadap Narkoba | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Erabaru |
| Senin, 16 Januari 2012 13:04 |
|
Sehari setelah dilantik, Presiden Guatemala Otto Perez Molina memerintahkan militernya untuk bergabung memerangi para kartel pengedar obat-obatan terlarang. Dalam perintahnya, Perez Molina yang pensiunan jenderal itu meminta angkatan bersenjata untuk menetralisasi kejahatan terorganisasi. Dalam pidatonya di hadapan pasukan angkatan bersenjata dia meminta agar militer bekerja sama dengan aparat keamanan lainnya untuk membasmi kejahatan terorganisasi di daratan, udara dan laut. Untuk menjalankan perintahnya itu maka pemerintah akan menyediakan tambahan pesawat terbang, kapal cepat dan berbagai jenis kendaraan tempur. Guatemala kini mengikuti jejak Meksiko dan Honduras yang melibatkan militer dalam memerangi para pengedar narkotika. Molina yang menjadi mantan militer pertama yang memimpin Guatemala sejak 1986 telah berjanji akan memerangi peredaran narkotika dan menekan angka kejahatan di negeri Amerika Tengah itu. Bahkan selama masa kampanyenya Molina telah berjanji akan menjaga keamanan negeri itu dan jika perlu menggunakan tangan besi. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Kunjungan Perdana Menteri China Memicu Protes di India
- Seumur Hidup
- Pesimisme Terciptanya Kedaulatan Ekonomi oleh Menkeu Baru
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Tikus Yongzhou
- Hong Kong Menahan Praktisi Falun Gong
- Beban Hutang Negara Diatas Rp. 2000 Triliun
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Wakil Presiden Parlemen Eropa Serukan Kebebasan Pers di China





Mozilla Firefox