|
Setidaknya 15 nelayan tewas di Filipina selatan pada hari Selasa (23/1) setelah pria bersenjata menembaki mereka dalam apa yang para pejabat katakan bisa jadi persaingan tempat memancing, menurut laporan setempat.
"Mereka diberondong tembakan dari atas tiga kapal kecil di Pulau Sibago yang masih bagian dari kota Ajul Mohd di Basilan," kata Letnan Kolonel Randolph Cabangbang kepada Mindanao Examiner.
Cabangbang menambahkan bahwa "tiga orang selamat dari serangan, tetapi mereka semua terluka serius," menurut koran itu. Kebanyakan dari mereka yang tewas atau terluka berasal dari Kota Pagadian di provinsi Zamboanga del Sur.
Seorang kepala militer setempat memerintahkan para tentara untuk melacak para penyerang. "Ada sebuah operasi untuk melacak para penyerang, yang bisa jadi mereka nelayan juga. Serangan ini bisa berhubungan dengan perang wilayah," tambah Cabangbang.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Kepala Inspektur Bienvenido Latag, yang adalah kepala kepolisian dari Wilayah Otonomi di Mindanao Muslim, mengatakan kepada Manila Bulletin bahwa kantornya "sedang mempelajari masalah ini ketika kelompok nelayan lain melewati daerah tersebut."
"Mereka adalah orang-orang yang mengangkat 15 nelayan tewas dan menyelamatkan tiga orang lainnya," tambah Latang.
Menurut AFP, Cabangbang kemudian mengatakan para nelayan yang dibunuh "sedang memancing di wilayah kelompok lain," menambahkan bahwa militan Islam kemungkinan besar tidak terlibat. Polisi mengatakan kepada kantor berita bahwa sekitar 10 pria bersenjata terlibat dalam serangan itu. (EpochTimes/dia) |