Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Tentara Suriah Kembali Bantai Warga, 40 Tewas
Tentara Suriah Kembali Bantai Warga, 40 Tewas
Ditulis oleh Erabaru Sabtu, 28 Januari 2012

alt

Para pemerhati hak asasi manusia Suriah menyebutkan aparat keamanan kembali melakukan pembantaian terhadap warga yang berlangsung sejak Kamis (26/01), sedikitnya 40 jiwa melayang.

Kekerasan terburuk dilaporkan terjadi di Homs dan rekaman video yang diterbitkan di internet oleh para pemerhati HAM antara lain memperlihatkan jenazah lima orang anak kecil dan lima perempuan dari berbagai usia.

Lembaga pengamat hak asasi yang bermarkas di Inggris menyebut serangan atas Hama berlangsung sejak Jumat pagi dengan menggunakan senjata berat dan terdengar ledakan-ledakan yang keras.

Dalam perkembangan terpisah, laporan UNICEF yang dikeluarkan Jumat, 27 Januari, menyebutkan sedikitnya 384 anak tewas dalam kekerasan selama 10 bulan sejak unjuk rasa menentang pemerintah Damaskus berlangsung.

"Sampai tanggal 7 Januari, 384 anak tewas dan sebagian besar adalah anak laki-laki," tutur Rima Saleh, Wakil Direktir Eksekutif UNICEF seperti dikutip kantor berita AFP.

UNICEF juga menyebutkan 380 anak-anak ditahan dan sebagian masih berusia di bawah 14 tahun.

Menurut laporan BBC, pemerintah pimpinan Presiden Bashar al-Assad tampaknya mulai kehilangan kendali atas beberapa kawasan di ibukota tersebut.

Kelompok perlawanan sudah mendirikan pos pemeriksaan di kawasan Douma serta Saqba dan mereka bisa bergerak bebas di sana.

Di Saqba, ribuan orang menghadiri pemakaman seorang pengunjuk rasa antipemerintah yang tewas pada Kamis.

Sejumlah penduka memekik, "Lebih baik mati daripada dipermalukan."

Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan untuk membahas resolusi tentang Suriah dan pesan Twitter dari Kedutaan Besar Prancis untuk PBB menyebutkan sidang akan berlangsung tertutup.

Rusia sudah menyatakan akan mempertimbangan hal yang mereka sebut sebagai 'proposal yang konstruktif' untuk mengakhiri kekerasan namun menentang sanksi dan intervensi asing di Suriah.

Bulan Oktober, Rusia dan Cina memveto rancangan resolusi yang diusulkan Uni Eropa yang mengancam akan mengambil 'langkah-langkah yang terukur' atas Suriah. (Erabaru/bbc.co.uk/sua)