| Suriah Kembali Memanas | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Erabaru News |
| Minggu, 29 April 2012 10:33 |
|
Pasukan Suriah kembali menewaskan 10 orang di utara ibukota Damaskus ditengah laporan tentang adanya serangan lewat laut oleh pemberontak, menurut para aktivis. Warga sipil diperkirakan termasuk korban tewas setelah tentara yang membelot berlindung di desa Bakha. Sementara itu, pemerintah Suriah mengatakan kelompok bersenjata menyerang unit militer di pesisir Laut Tengah dengan korban dari kedua belah pihak. Bentrokan itu terjadi setelah Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon memperingatkan pemerintah Suriah yang disebutnya "bertentangan" dengan rencana perdamaian yang didukung PBB dan Liga Arab. Dalam perkembangan lain, pejabat Libanon mengatakan angkatan laut negara itu menyita senjata yang ditujukan untuk pemberontak Suriah. Para aktivis mengatakan bentrokan di utara Damaskus itu terjadi setelah sejumlah tentara membelot dan mereka dikejar oleh pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad. Mereka menyebutkan empat pemberontak dan enam warga sipil tewas namun organisasi hak asasi yang berkantor di Inggris mengatakan mereka yang tewas adalah tentara yang membelot. Di propinsi Latakia, kantor berita Sana mengatakan unit militer berhasil menggagalkan "upaya teroris" untuk masuk ke negara itu melalui kapal. "Sumber resmi mengatakan kepada wartawan Sana bahwa unit militer bentrok dengan teroris yang naik kapal karet, dan berhasil mengusir mereka," lapor Sana. "Sumber itu menyebutkan bentrokan itu menyebabkan sejumlah tentara cedera," lanjut Sana. Namun tidak jelas berapa pemberontak yang tewas. Di dekat Latakia, bentrokan pecah antara tentara dan pasukan oposisi di desa Burj al-Salaam di dekat istana presiden hari Sabtu (28/04) pagi, menurut para aktivis. PBB saat ini memiliki 15 pengamat di Suriah yang bertugas mengawasi gencatan senjata yang rentan dan mulai diberlakukan tanggal 12 April. Jumlah para pengamat yang tiba di Suriah dijadwalkan akan menjadi 30 orang pada hari Senin (30/04). Namun bentrokan masih terus terjadi walaupun gencatan senjata ditetapkan. Hari Jumat (27/04), ibukota Damaskus diguncang ledakan dan menewaskan paling tidak 10 orang dan melukai 20 lainnya, menurut media resmi. Para aktivis menuduh pemerintah melakukan serangan sendiri untuk memanipulasi masyarakat internasional. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Pencuri dan Bulan
- Harga Sembako dan Tarif Angkutan Umum Bakalan Naik
- Kontrak Satelit Broadcaster Independen China Diperbaharui
- Banjir Menewaskan 23 Orang di India Utara
- Kondisi Mandela Semakin Membaik
- Apakah Pikiran Kita Memiliki kekuatan untuk Mempengaruhi Realitas?
- Kekuatan Moral Terbesar dan Terkuat
- Bawang Putih: Antibiotik Alami
- Harga BBM Resmi Naik
- Peluang Usaha Budidaya Udang Cantik
- Para Aktivis Anti Korupsi di China Ditahan
- Bawang Putih: Antibiotik Alami
- 'PRJ' Monas Digelar Tiga Hari Gratis
- Bomber Jerman Perang Dunia II Dipulihkan dari Perairan Inggris
- Apakah Pikiran Kita Memiliki kekuatan untuk Mempengaruhi Realitas?
- Banner Perjuangan Muncul di jalan-jalan di Hongkong





Mozilla Firefox