| Protes Ribuan Warga Jepang Menentang Reaktor Nuklir | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Erabaru News |
| Minggu, 01 Juli 2012 08:05 |
|
Aksi protes ribuan warga Jepang digelar kembali di berbagai kota menentang keputusan pemerintah untuk menghidupkan kembali reaktor nuklir. Perusahaan listrik Kansai Electric berencana menghidupkan kembali salah satu reaktornya di kota Ohi, Minggu (1/7). Perdana Menteri Yoshihiko Noda menyetujui rencana dua pekan lalu dengan mengatakan energi nuklir sangat diperlukan untuk melindungi ekonomi Jepang. Keputusan perdana menteri disambut baik kalangan industri yang sebelumnya menyampaikan kekhawatiran akan masalah energi untuk memenuhi kebutuhan industri. Namun para penentang nuklir tetap bersikukuh pada pendirian mereka dan ribuan warga menghabiskan malam di luar kediaman perdana menteri di Tokyo sebagai protes menentang langkah itu. "Saya tidak pernah bisa menyetujui pengaktifan kembali pembangkit listrik tenaga nuklir di Ohi. Pemerintah harus menutup semua PLTN. Pemerintah harus melihat kondisi yang terjadi di PLTN Fukushima dan menyelesaikan persoalan itu dulu sebelum membuat keputusan baru," kata seorang warga yang mengikuti demonstrasi di Tokyo, Sabtu (30/6). Wartawan BBC di Tokyo, Mariko Oi, melaporkan demonstrasi menentang pembangkit listrik tenaga nuklir telah diadakan beberapa kali di Jepang menyusul bencana nuklir PLTN Fukushima akibat gempa dan tsunami Maret 2011. "Unjuk rasa kali ini tercatat sebagai salah satu protes terbesar sejak kecelakaan PLTN Fukushima Maret tahun lalu," jelas Mariko Oi. Di kota Ohi sendiri, lapor Mariko Oi, warga berkumpul di kota dan mengusung berbagai spanduk, antara lain bertuliskan "Duduki Ohi". Di antara peserta unjuk rasa terdapat para ibu beserta anak mereka dan karyawan swasta maupun karyawan pemerintah. "Sekarang saya mempunyai anak. Tentu saja saya khawatir dengan situasi saat ini, tetapi saya tidak pernah menginginkan pemerintah melakukan sesuatu yang akan memperparah keadaan di masa depan," tutur seorang ibu. Tenaga nuklir di Jepang sebelumnya menjadi pemasok sekitar 30% dari kebutuhan energi nasional. Namun penduduk Jepang semakin mengkhawatirkan keselamatan atas tenaga nuklir sejak bencana Fukushima. Beberapa jajak pendapat terbaru menunjukkan sekitar 70% warga Jepang menginginkan penghapusan energi nuklir walaupun tidak harus sekarang juga. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Anggota DPRD DKI Jakarta Ancam Copot Jokowi
- Seorang Wanita Dengan Tangan Bionic 200.000 Dolar (Video)
- Direktur IMF Diperiksa Terkait Kasus Penyelewengan
- Seorang Pria Membunuh Ular Sanca Terbesar di Florida
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Kisah Jejak Kaki
- Seumur Hidup
- Tidak Menyesal Berbuat Amal





Mozilla Firefox