| China Kembangkan Kota 'Hantu' di Angola | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Louise Redvers |
| Rabu, 04 Juli 2012 08:02 |
|
Fenomena kota 'hantu' yang banyak tersebar di China, Irlandia dan Spanyol kini mulai merambah benua hitam, Afrika, tepatnya di Angola. Kota hantu yang dimaksud adalah pembangunan kawasan baru lengkap dengan bangunan dan infrastrukturnya namun sepi peminat. Kota 'hantu' Angola itu adalah Nova Cidade de Kilamba yang terletak sekitar 30km dari ibukota Luanda. Kota ini adalah benar-benar sebuah kota yang dibangun dari nol dan kini memiliki 750 unit apartemen berlantai delapan, puluhan sekolah, 100 unit toko, stadion dan infrastruktur lainnya. Dirancang untuk menampung 500.000 orang, Kilamba dibangun China International Trust and Investment Corporation (CITIC) selama tiga tahun yang menghabiskan biaya sebesar US$3,5 miliar atau hampir Rp33 triliun. Pembangunan ini seluruhnya dibiayai uang pemerintah China yang harus dikembalikan Angola dalam bentuk minyak mentah. Kota seluas 5.000 hektar ini merupakan proyek terbesar dari pembangunan kota-kota satelit di sekitar Luanda yang dibangun perusahaan-perusahaan China. Pembangunan kota Kilamba ini juga diyakini sebagai salah satu mega proyek terbesar di Afrika. Kini kota yang disebut sebagai permata Angola pasca perang ini menjadi bintang dalam iklan-iklan promosi pemerintah Angola. Dalam iklan itu mempertontonkan keluarga-keluarga Angola yang berbahagia, menikmati gaya hidup baru yang jauh dari debu dan hiruk pikuk Luanda yang dipadati jutaan orang yang tinggal di permukiman-permukiman kumuh. Tapi orang-orang dalam iklan itu hanyalah aktor, dan di balik semua aktivitas yang dipertontonkan, kenyataan di lapangan tak seindah dalam promosi. Kota Kilamba kosong melompong, salah satu buktinya adalah dari 2.800 unit apartemen yang ditawarkan hanya 220 unit yang terjual sejauh ini. Pembangunan kota Kilamba adalah proyek unggulan pemerintah yang digunakan untuk memenuhi janji Presiden Jose Eduardo dos Santos yaitu membangun satu juta rumah dalam waktu empat tahun. Namun, jika apartemen-apartemen itu tak terjual, maka pemerintah Angola akan berpotensi dibebani investasi tak bermanfaat. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Wakil Presiden Parlemen Eropa Serukan Kebebasan Pers di China
- Beban Hutang Negara Diatas Rp. 2000 Triliun
- Tikus Yongzhou
- Rahasia Tidur Nyenyak
- Hidup Kembali Dengan Mesin CPR, Setelah Meninggal 40 Menit
- Tanaman Bisa Saling Mendengar
- Pisau diatas Hati





Mozilla Firefox