Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Skandal Bulutangkis Olimpiade 2012 Dipicu Ulah China
Skandal Bulutangkis Olimpiade 2012 Dipicu Ulah China Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh New Tang Dynasti Televisi (NTD)   
Minggu, 05 Agustus 2012 01:14

alt

Kredibilitas dunia olahraga kembali tercoreng dengan terkuaknya skandal yang dilakukan oleh tim bulu tangkis asal China dalam Olimpiade London 2012.

Skandal ini telah mengakibatkan 8 pemain asal China, Korea Selatan dan Indonesia di-diskualifikasi dari cabang bulu tangkis Olimpiade.

Pada setiap ajang olahraga skandal yang biasa terjadi adalah praktek doping dan memalsukan umur pada olahraga tertentu. Namun kali ini skandalnya adalah sengaja kalah dalam menjalani pertandingan. 

Dalam ajang olimpiade tahun ini, China menurunkan dua tim ganda putri, yakni ganda putri juara dunia Wang Xiaoli dan Yu Yang di Grup A, serta ganda putri Tian Qing dan Zhao Yunlei di Grup D. Dalam skenarionya, China bermaksud mempertemukan kedua ganda putri mereka di babak final untuk memboyong perolehan medali olimpiade. Namun begitu, strategi ini menjadi kacau ketika pasangan Tian dan Zhao kalah oleh pasangan Kamilla Rytter-Juhl dan Christinna Pedersen asal Denmark di Grup D.

Kekalahan ini memaksa team bulu tangkis China untuk merombak strategi agar kedua ganda putri mereka tidak saling bertemu di babak perempat final. Strategi yang dijalankan adalah membuat ganda putri unggulan mereka, Wang Xiaoli dan Yu Yang, sengaja mengalah dari ganda putri non-unggulan Korea Selatan, Jung Kyung-Eun dan Kim Ha-Na, agar kedua ganda putri China tersebut dapat tetap bertemu di babak final.

Sayangnya, skenario ini membawa efek pada pertandingan berikutnya, dimana pasangan Greysia Polii dan Meiliana Jauhari dari Indonesia bertemu pasangan Ha Jung-Eun dan Kim Min-Jung dari Korea Selatan. Kedua pasangan ini bermain asal-asalan dan berusaha kalah agar dapat menghindari pertemuan berikutnya dengan ganda unggulan China, Wang Xiaoli dan Yu Yang, dimana mereka dapat kesulitan memenangi pertandingan dan gugur tanpa perolehan medali.

Aksi bermain asal-asalan ini akhirnya mendapat kartu hitam dari wasit dan official olimpiade. Para pemain dianggap melanggar code of conduct pasal 4.5 dan 4.16 yaitu ‘tidak bersungguh-sungguh untuk berusaha memenangkan pertandingan’ dan ‘bertingkah-laku menghina dan merusak reputasi bulu tangkis’. Sebagai sangsinya, 8 pemain China, Korea Selatan dan Indonesia di-diskualifikasi dari olimpiade.

Budi Rela, Warga Jakarta mengatakan semestinya seorang atlit harus bertanding dengan siapapun tanpa mempedulikan keunggulan lawan. Dia mengatakan sangat kecewa dengan pertandingan asal-asalan tersebut.  

“Kita harus bertanding siapapun lawan kita, menyakiskan pertandingan tadi saya sangat kecewa,” katanya kepada NTD di Jakarta, Sabtu (4/8).

Sementara warga Seoul, Roh Eun-Seo mengungkapkan kekesalannya terhadap tim China yang dinilai tidak sportif. Menurutnya sportifitas sangat penting dalam sebuah pertandingan olahraga.

“Saya sangat kesal dengan apa yang dilakukan tim China. Mereka bermain-main dengan tim kami. Sportifitas sangat penting, tetapi China telah melanggarnya, hal itu membuat tim kami kesal dan melakukan hal yang sama, maka dari itu saya mengerti mengapa mereka juga melakukannya,” katanya.

Atas skandal ini, kepala pelatih team China mempublikasikan permohonan maaf resminya kepada semua pihak yang merasa dirugikan oleh skenario sabun yang diciptakan-nya. China melakukan taktik serupa pada Olimpiade Beijing 2008, yang mempertemukan kedua pemain negeri panda itu di babak final, sehingga keduanya dapat memperoleh medali olimpiade. (ntd/sun)

 

Bagikan halaman ini ke :

|