| Tangan Dipotong Karena Mencuri | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Erabaru News |
| Jumat, 10 Agustus 2012 11:19 |
|
Kelompok Islamis di Mali utara mengatakan mereka telah memotong tangan seorang warga laki-laki sebagai hukuman karena mencuri. Gerakan bagi Persatuan dan Jihad di Afrika Barat atau MUJWA mengatakan kelompok tersebut melakukan pemotongan. Seorang juru bicara MUJWA mengatakan pemotongan tangan dilakukan di Desa Ansongo pada Rabu (08/09). Warga yang tangannya dipotong itu dituduh mencuri sepeda motor. "Ya, benar orang-orang kami memotong tangan seorang pencuri setelah diambil keputusan berdasarkan bukti-bukti yang mendukung. Mereka melakukan itu berdasarkan sharia," kata Aliou Toure seperti dikutip kantor berita Reuters. Seorang pemimpin MUJWA Mohamed Ould Abdine mengatakan sharia Islam menuntut pelaksanaan hukuman seperti itu. "Ya, saya membenarkan itu. Kami menerapkan sharia di Ansongo kemarin. Tangan seorang pencuri dipotong. Sharia menuntut itu," jelas Mohamed Ould Abdine seperti dilaporkan kantor berita AFP. Kelompok MUJWA adalah salah satu dari beberapa kelompok yang menguasai wilayah Mali utara. Para saksi mata menuturkan warga setempat berkumpul di alun-alun Ansongo dan mereka meminta kelompok MUJWA untuk tidak memotong tangan pencuri. Namun seruan mereka sia-sia dan tangan pencuri tetap dipotong di hadapan warga. Mohamed Ould Abdine dari MUJWA menambahkan pemotongan tangan juga akan segera dilakukan di kota Gao. Rencana pemotongan tangan di kota itu dihalang-halangi oleh para pemrotes pekan lalu. Sejumlah pemuda Mali di Gao bentrok dengan kelompok Islamis pekan lalu terkait rencana pemotongan tangan perampok sehingga pemotongan ditunda. Kelompok lain berhaluan Islam Ansar Dine melaksanakan hukum rajam terhadap satu pasangan di kota Aguelhok akhir Juli karena mereka dituduh melakukan hubungan seks di luar nikah. (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Normalisasi Waduk Pluit Dimulai dengan Penggusuran
- Tikus Yongzhou
- Rahasia Tidur Nyenyak
- Hidup Kembali dengan Mesin CPR Setelah Meninggal 40 Menit





Mozilla Firefox