Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Batu Bulan untuk Belanda Palsu
Batu Bulan untuk Belanda Palsu
Ditulis oleh Era Baru News Senin, 07 September 2009

Amsterdam - Batuan bulan yang dihadiahkan oleh Amerika kepada diplomat Belanda setelah pendaratan bulan yang pertama tahun 1969, tidak lebih hanya sepotong kayu yang telah membatu.

Benda ini diberikan oleh mantan dubes Amerika untuk Belanda, J. William Middendorf, kepada PM Belanda Willem Drees ketika para astronot Apollo 11 mengunjungi Belanda di tahun 1969.

Setelah Drees wafat tahun 1988 batu tersebut diberikan kepada Museum Negara di Amsterdam.

Xandra van Gelder, kepala editor dari majalah Museum Negara Oog, mengadakan riset keaslian dari batu itu. Ia mengatakan bahwa keraguannya dimulai ketika ahli bulan mempertanyakan keaslian batu yang dipertontonkan di pameran "Fly me to the Moon"  tahun 2006.

Ahli bulan memberitahukannya bahwa para astronot Apollo 11 hanya mengambil sedikit bebatuan, dan apa yang mereka ambil berada di NASA guna penelitian.

"Jika mereka memberikan beberapa batu bulan di tahun 1969 (yang mana hal itu tidak terjadi), maka ukurannya hanya sebesar biji padi." Mengenai batu bulan, ia mengatakan, "untuk batu, sangat kecil, sebesar kotak korek api." kata Van Gelder.

Riset yang dilakukan oleh Universitas VU di Amsterdam sekarang telah memastikan bahwa batu itu adalah kayu yang telah membatu.

"Batu itu tetap menjadi koleksi Museum Negara, karena setiap benda memiliki kisahnya sendiri dan sekarang babak baru telah ditambahkan pada cerita ini," kata van Gelder.

Suatu saat batu tersebut diasuransikan sekitar € 50.000. "Sekarang hanya berharga  € 50," kata van Gelder.

Terdapat banyak spekulasi tentang tujuan memberikan batu tersebut sebagai hadiah. Apakah batu tersebut sengaja diberikan untuk membohongi orang-orang atau Drees menyalahartikan hadiah itu?

Van Gelder meneruskan, "Pada kartu yang diberikan bersamaan dengan batu tersebut, tidak disebutkan bahwa itu adalah batu bulan...tetapi yang aneh mengenai itu: 'Kenapa kamu memberikan batu yang tidak berarti itu sebagai tanda mata?' Saya tidak mengerti hal ini."

"Juliana [mantan Ratu Belanda] contohnya, menerima salinan dari plakat yang telah ditinggalkan di bulan. Hadiah seperti itu saya dapat mengerti. Itu untuk mengenang kejadian penting saat itu."

"Tetapi kenapa dia memberi batu yang tidak ada hubungannya dengan pendaratan di bulan?" (Jasper Fakkert/Epoch Times/ray)


English: http://www.theepochtimes.com/n2/content/view/22067/

{joscommentenable}

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 09 September 2009 12:56