| Penjaga Pantai Picu Keresahan Washington |
| Ditulis oleh Era Baru News | Minggu, 13 September 2009 |
|
Polisi dan petugas penegak hukum federal mengatakan insiden di dekat Sungai Potomac Pentagon adalah latihan dan tidak ada tembakan meski laporan awal mengatakan bahwa beberapa tembakan telah ditembakkan ke perahu yang mencurigakan. Penjaga Pantai Laksamana Madya John Currier mengatakan, laporan itu didasarkan pada panggilan radio yang dibuat pada frekuensi latihan, termasuk tembakan simulasi secara lisan. "Seseprang mengatakan" bang, bang "di radio," katanya. "Ini adalah latihan rutin, prioritas rendah, latihan normal," katanya dalam konferensi pers. "Panggilan radio menimbulkan liputan media yang gencar dan menarik perhatian, wajar saja, tapi saya pikir ini menjadi tak terkendali. Yang meresahkan adalah Presiden Barack Obama baru saja kembali dari peringatan 11 September di Pentagon sisi Selatan sungai di Virginia. Selama serangan tahun 2001, sebuah pesawat jet menabrak sisi Pentagon menewaskan 184 orang. Karena latihan ini rutin, Currier mengatakan tidak ada pemberitahuan kepada federal, negara bagian atau pemerintah daerah. Dia membela perilaku penjaga pantai dan mengatakan mereka melakukan latihan seperti itu kira-kira empat kali seminggu di kawasan Washington. Keberangkatan dari Bandara Nasional Washington dihentikan selama sekitar 20 menit karena insiden itu, menurut Administrasi Penerbangan Federal. Kedatangan tidak terpengaruh di bandara yang juga berbatasan dengan Sungai Potomac. Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs mendukung penjaga pantai dan menyalahkan wartawan karena tidak memverifikasi informasi sebelum menayangkan berita. "Yang bisa saya ceritakan, ada pelaporan berdasarkan laporan dari radio polisi yang tidak diverifikasi. Lalu tiba-tiba ditayangkan di televisi dan kami bergegas mencari tahu bahwa itu adalah latihan," katanya. "Jadi, tampaknya hal ini sebenarnya bisa dihindari. Insiden ini adalah yang terbaru oleh militer yang menimbulkan keresahan. Awal tahun ini, salah satu jumbo jet digunakan sebagai Air Force One untuk membawa presiden berdengung di atas Kota New York untuk pemotretan, memicu kekhawatiran di antara beberapa orang New York teringat akan pesawat yang menabrak menara kembar World Trade Center dalam serangan 11 September. Militer mengakui mereka gagal berkoordinasi dengan baik dengan pihak otoritas yang bersangkutan, yang mana telah menyebabkan ajudan militer Gedung Putih mengundurkan diri. Penjaga Pantai berjanji untuk meninjau bagaimana dan kapan dilakukan latihan dan tanggapan mereka terhadap laporan. Sandra Rus, seorang sopir bus mengunjungi Washington dari Georgia, mengatakan dia tidak peduli pada latihan disaat peringatan insiden 11 September. "Seseorang mungkin akan marah tapi saya tidak. Saya hanya merasa lebih aman," katanya. Secara keseluruhan, sekitar 3.000 orang tewas dalam serangan 11 September di mana pembajak Al-Qaeda menabrakkan dua pesawat ke World Trade Center dan yang ketiga menghantam Pentagon dan yang keempat jatuh di ladang Pennsylvania. (EpochTimes/Reuters/ray) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Kampak Si Penebang Pohon
- Diganjar Penjara Seumur Hidup, Patek : Saya Mohon Maaf
- Takut Gempa Susulan Ribuan Warga Italia Mengungsi
- Chen Guangcheng Tiba di Amerika Serikat
- Pakistan Blokir Twitter
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Jatuhnya Sukhoi "Human Error," Kegagalan Teknis atau Faktor Cuaca?
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Belenggu Hati
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu

Washington - Penjaga Pantai Amerika memicu keresahan orang-orang Jumat (11/09) dengan latihan rutin di jantung ibukota Amerika Serikat bertepatan dengan hari peringatan insiden 11 September.


Mozilla Firefox