| Seribuan Demonstran Ditahan di KTT Iklim Kopenhagen |
| Ditulis oleh Era Baru News | Rabu, 16 Desember 2009 |
|
Puluhan ribu orang turun ke jalan di kota sebagai bagian dari "Hari Aksi" demonstrasi iklim global, tetapi pemicu api kekerasan ketika para demonstran memecahkan jendela dan membakar mobil. Polisi anti huru-hara menahan lebih dari 900 orang di sekitar ibukota Denmark setelah aktivis berpakaian hitam melemparkan botol dan menghancurkan jendela. Seorang juru bicara polisi mengatakan segera setelah jam 10 malam (2100 GMT), jumlahnya telah naik menjadi 968 orang. Polisi mengatakan empat mobil dibakar pada malam hari. Seorang polisi terluka oleh lemparan batu dan seorang laki-laki Swedia terluka oleh kembang api. "Anda tidak seharusnya menggunakan kekerasan semacam itu untuk menyampaikan pendapat," kata Connie Hedegaard, menteri Denmark yang memimpin perundingan PBB. Menteri perempuan itu mengutuk para perusuh, setelah menyambut march utama di acara nyala lilin di luar pusat konferensi. Sekelompok aktivis menuduh polisi telah melakukan pelecehan setelah mereka menahan sekitar 400 demonstran berpakaian hitam dan memaksa mereka untuk duduk di jalan selama berjam-jam di temperatur yang mendekati beku dengan tangan terikat di belakang punggung. Demonstrasi utama dipimpin oleh penari, pemain drum dan spanduk-spanduk yang bertuliskan: "Tidak ada planet B" dan "Ubah politik, bukan iklim". Beberapa aktivis yang berpakaian seperti pinguin dengan papan bertulisan: "Selamatkan Manusia !" Mereka berjalan ke pusat konferensi di pinggiran kota, di mana para perunding dari 192 negara bertemu dari 7-18 Desember, berharap untuk menyetujui sebuah pakta iklim PBB baru. Panitia mengatakan lebih dari 100.000 orang mengambil bagian dalam march itu, berharap demonstrasi mereka dan di seluruh dunia akan memberikan tekanan pada penutupan KTT dari 110 pemimpin dunia pada hari Kamis dan Jumat. Manusia SaljuDalam rombongan march utama, beberapa orang membuat balon manusia salju raksasa sebagai simbol dari ancaman mencairnya kantong-kantong es dan gletser. Para ilmuwan panel iklim PBB mengatakan bahwa percepatan hilangnya es massa utama, disebabkan oleh peningkatan suhu yang dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil, akan mengakibatkan kenaikan permukaan laut, banjir, dan gelombang panas. Demonstrasi itu mendapat pujian dari masyarakat luas. "Mereka dulu melalukan protes jalan kaki di Berlin, dan Tembok itu jatuh. Mereka dulu berbaris di Cape Town, dan dinding itu jatuh," kata pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Uskup Agung Desmond Tutu di acara nyala lilin. "Sekarang mereka berbaris di Kopenhagen - dan kita akan mendapatkan kesepakatan yang nyata." "Ada banyak yang diperjuangkan di dalam minggu negosiasi yang tersisa," kata Kumi Naidoo, ketua yang mengorganisir kelompok "TckTckTck." Para aktivis menginginkan pembicaraan untuk menyetujui sebuah perjanjian hukum penuh - tujuan yang dikatakan oleh sebagian besar pemerintah sebagai di luar jangkauan. Di tempat lain, ribuan orang Australia mengadakan "Jalan Kaki Melawan Pemanasan." Naidoo mengatakan 4.000 acara, seperti pawai atau penyalaan lilin, diadakan dari Fiji sampai Nepal untuk menunjukkan dukungan atas pemotongan dalam emisi gas rumah kaca. Di Kopenhagen, Caroline, seorang anak perempuan Denmark berumur 7 tahun, membawa spanduk buatannya sendiri yang bertuliskan: "Jagalah dunia kami sampai saya tumbuh besar." "Gunung-gunung berubah, gletser-gletser mencari," kata Nepalese Sherpa Pertamba, yang datang ke Denmark untuk demonstrasi dengan sekelompok pendaki gunung yang berjumlah 30 orang. "Sekarang adalah waktu untuk memikirkan generasi mendatang." Di Sydney, para pengunjuk rasa membawa plakat bertuliskan: "Aku suka energi bersih dan Aku memilihnya", "Tidak ada daging, tidak ada panas" dan "Jangan ada tambang batu bara baru", sebuah referensi pada Australia sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia. Di dalam ruang konferensi di Kopenhagen, para delegasi mengklaim telah ada kemajuan di beberapa bidang tapi keputusan-keputusan yang paling sulit adalah pembagian pengendalian emisi gas rumah kaca dan pendanaan untuk membantu orang miskin, yang sepertinya akan ditinggalkan untuk KTT itu. "Kami telah membuat kemajuan besar selama minggu pertama," kata Hedegaard Denmark. Dia berkata bahwa dia akan mengadakan pembicaraan pada hari Minggu (13/12) dengan 48 menteri lingkungan. "Kami masih memiliki tugas yang menakutkan dalam beberapa hari mendatang," tambahnya. Hedegaard mengatakan para perunding telah membuat kemajuan dengan teks-teks seperti menentukan bagaimana teknologi hijau baru seperti angin dan tenaga surya yang dapat disalurkan kepada negara-negara berkembang, dan dalam mempromosikan pemanfaatan hutan-hutan untuk menyerap gas rumah kaca. Tapi para delegasi mengatakan ada perpecahan di dalam pengumpulan dana bagi negara-negara miskin dan pembagian beban pemotongan CO2. Yvo de Boer, kepala Sekretariat Perubahan Iklim PBB, mengatakan dia mengharapkan tindakan lebih dari semua negara. "China mendesak Amerika Serikat untuk berbuat lebih banyak. Amerika Serikat mendesak China agar berbuat lebih banyak. Saya berharap bahwa dalam beberapa hari mendatang semua negara akan mengajak setiap negara untuk berbuat lebih banyak." (EpochTimes/Reuters/khl) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Kampak Si Penebang Pohon
- Diganjar Penjara Seumur Hidup, Patek : Saya Mohon Maaf
- Takut Gempa Susulan Ribuan Warga Italia Mengungsi
- Chen Guangcheng Tiba di Amerika Serikat
- Pakistan Blokir Twitter
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Bahasa Misterius Ditemukan Dalam Tablet Kuno
- Jatuhnya Sukhoi "Human Error," Kegagalan Teknis atau Faktor Cuaca?
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Belenggu Hati
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu

Kopenhagen - Polisi menahan hampir 1.000 orang di Kopenhagen pada hari Sabtu (12/12) selama demonstrasi massa untuk menuntut negosiator di PBB menyetujui perjanjian yang kuat untuk memerangi pemanasan global.


Mozilla Firefox