Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Penyempurnaan Senjata Militer Tidak Mematikan, Membantu Polisi Memerangi Kejahatan
Penyempurnaan Senjata Militer Tidak Mematikan, Membantu Polisi Memerangi Kejahatan Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Dajiyuan   
Kamis, 22 Januari 2009 10:18

senjata_tidak_mematikanUnit penelitian Departemen Kehakiman Amerika, sedang mengembangkan penelitian militer dengan dasar sistem senjata microwave dan laser yang tidak mematikan, mengembangkan model senjata portabel yang dapat dibawa, dapat menyebabkan kesakitan yang luar biasa dalam jarak jauh dan membantu polisi agar dapat mengatasi kriminal dengan lancar.

Tahun  lalu Pentagon mengumumkan senjata tidak mematikan yang disebut  "Active Denial System", ia menggunakan microwave beam pendek yang lebarnya dua meter, membuat kulit permukaan tubuh orang terasa panas, orang yang diserang panasnya seperti dibakar api, dan menyebabkan kesakitan yang luar biasa. Namun, senjata ini mungkin masih bisa menyebabkan luka jangka panjang pada manusia, hingga menimbulkan kontroversial.

Model senjata portabel yang disempurnakan dengan sistem microwave dan laser tidak mematikan  dibuat dan dikembangkan oleh National Institute of Justice Amerika, para pengembang mengurangi diameter microwave beam menjadi hanya beberapa sentimeter, efeknya tidak mematikan, seperti peluru karet dan senjata tumpul lainnya, tetapi senjata tumpul masih dapat menyebabkan tulang patah atau fatal, dan senjata baru seperti ini hanya bisa dengan kuat mendorong orang menjauhi lingkup cahayanya, tidak akan menyebabkan cedera.

Senjata microwave portabel  tidak mematikan ini belum mencapai tahap sempurna. Menurut juru bicara National Institute of Justice, sekarang ini dua prototipe dikembangkan mereka, satu model desktop dengan jarak tembaknya kurang dari satu meter, yang lain adalah model dipikul dengan jarak tembaknya berkisar 15 meter, diharapkan tahun ini dapat diselesaikan.

Yang lain adalah senjata laser tidak mematikan, yang dikenal sebagai " Personnel Halting and Stimulation Response,( PhaSR)", pada awalnya dikembangkan oleh U. S. Air Force pada tahun 2005, tampilan seperti senapan berat dan dapat membuat musuh pusing tetapi tidak akan menyebabkan cedera. Sekarang ini setelah disempurnakan, setelah dipasang  laser inframerah dapat membuat kulit terasa panas. Yang saat ini sedang diuji coba oleh unit penegakan hukum di dalam penjara dan pengujian di berbagai lingkungan lainnya.

Senjata baru ini membuat kelompok HAM memperhatikannya secara serius, karena mungkin ia akan digunakan untuk penyiksaan atau penindasan yang tidak manusiawi.(lim)

 

Bagikan halaman ini ke :

|