Uni Eropa
Orang Eskimo Menuntut Uni Eropa Atas Pelarangan Impor Produk dari Anjing Laut Eskimo, penduduk pribumi yang mendiami daerah Kutub Utara, memasuki Pengadilan Tinggi Eropa menuntut supaya pelarangan impor produk dari anjing laut dibatalkan. Larangan itu, disetujui musim panas tahun lalu oleh Uni Eropa dan berlaku mulai tahun 2010, termasuk pengecualian dalam hal-hal tertentu bagi Eskimo. Tapi orang Eskimo mengatakan pengecualian ini tidak jelas diatur dan terlalu membatasi. Selain itu, peraturan itu dapat mempengaruhi pendapatan mereka. "Orang Eskimo telah berburu anjing laut dan digunakan untuk kebutuhan makanan, pakaian, dan perdagangan bagi beberapa generasi," kata Maria Simon, presiden Inuit Tapiriit Kanatami dalam sebuah pernyataannya. " Paling baik dikatakan sebagai penyimpangan budaya, meskipun bahkan dapat digambarkan dalam istilah yang lebih keras. Itu juga seharusnya lebih dari sekadar mengganggu semua warga negara Uni Eropa, meskipun sebelumnya diperingatan oleh pengacara mereka sendiri, para anggota parlemen Uni Eropa tidak punya kewenangan untuk menghalangi mereka mengadopsi undang-undang meskipun itu cacat hukum." ItaliDeklarasi Pemerintah Negara dalam Keadaan Darurat di Penjara Penjara tua Italia telah menampung hampir 65.000 narapidana, kelebihan kapasitas sekarang dari 44.000 hampir 50 persen. Berbagai sumber telah melaporkan situasi buruk di penjara selama bertahun-tahun, menyalahkan kelebihan kapasitas sebagai akibat dari tingginya tingkat bunuh diri (71 orang tahun 2009). Pemerintah Italia pada hari Rabu menyetujui rencana struktural yang disampaikan oleh Menteri Kehakiman depressurize Angelino Alfano untuk mengurangi ketegangan di penjara-penjara - rencana yang berbeda dari amnesti tawanan tahun 2006. Konstruksi penjara baru dengan kapasitas 80.000 akan dimulai pada tahun 2011. Undang-undang baru akan memungkinkan tahanan rumah untuk narapidana dengan masa tahanan kurang dari satu tahun. Lebih jauh, 2.000 penjaga tambahan akan disewa dan asramanya akan dibangun. Menurut laporan langsung dari Italia, Perdana Menteri Berlusconi mengatakan, "Sebuah negara beradab dapat membatasi kebebasan orang-oarang yang melakukan kejahatan, tetapi tidak boleh menyingkirkan martabat atau merusak kesehatannya." ChinaOrang Memprotes Penggusuran dengan Sembilan puluh Hari di Rumah Pohon Seorang pria China di Provinsi Sichuan telah tinggal di sebuah rumah pohon kayu putih setinggi 45 kaki selama tiga bulan untuk memprotes penggusuran tanah untuk pembangunan jalan raya, menurut Secret China. Mr. Chen Guo Mao tidak bisa mencapai kesepakatan dengan pemerintah setempat atas kompensasi rencana penggusuran rumahnya. Istri Mr. Chen menyediakan kebutuhan dasar suaminya dengan menggunakan tali. Mr Chen setiap hari membaca kutipan Konstitusi China, hukum perundang-undangan, dan dokumen-dokumen serupa melalui pengeras suara dari rumah pohon kepada penduduk desa. Protesnya berakhir ketika perusahaan konstruksi mengirimkan cek untuk keluarga Mr. Chen sebagai kompensasi. Dan pemimpin partai lokal, Mr. Ren Zebing memberi tahu warga desa bahwa Mr. Chen tidak akan ditahan jika ia turun. Mr Chen turun dari rumah pohonnya, tetapi ditahan pada malam yang sama oleh polisi setempat atas tuduhan "mengganggu ketertiban umum." AfghanistanMeningkatnya Kematian Warga Sipil Pada tahun 2009, kematian warga sipil meningkat 14 persen dari tahun 2008, menurut laporan sebuah Misi Bantuan PBB di Afghanistan pada hari Rabu. Kematian warga sipil tertinggi sejak tahun 2001, ketika Taliban digulingkan. Laporan ini mengatakan bahwa 2.412 warga sipil tewas didalam negeri. Pada tahun 2008, tercatat 2.118 kematian warga sipil. Pasukan anti-pemerintah sebagai penyebab bagi sebagian besar kematian, menambahkan bahwa sebanyak tiga kali kematian dihubungkan dengan pasukan anti-pemerintah daripada pasukan pro-pemerintah yang menyebabkan kurang 28 persen kematian warga sipil di tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008. (EpochTimes/dia)
|