Era Baru News >> Iptek >> Iptek >> Aktivitas Vulkanik Punahkan Kehidupan Laut Jutaan Tahun Silam
Aktivitas Vulkanik Punahkan Kehidupan Laut Jutaan Tahun Silam
Ditulis oleh Era Baru News Rabu, 24 Februari 2010

Penelitian menunjukkan, aktivitas vulkanik kemungkinan telah mengakibatkan sepertiga dari kehidupan laut tersapu habis sekitar 100 juta tahun yang lalu.

Diperkirakan belerang yang disemburkan oleh letusan vulkanik telah menyebabkan oksigen lenyap dari sebagian besar wilayah lautan.

Hal ini menyebabkan hingga 27 persen dari kehidupan laut punah, menurut laporan yang diterbitkan jurnal Nature Geoscience.

Dikhawatirkan bahwa efek yang sama kini sedang terjadi karena peningkatan suhu laut akibat turunnya kadar oksigen. 

Para ilmuwan yakin bahwa selama jaman Kapur, serentetan aktivitas vulkanik menyebabkan kehidupan tanaman berkembang pada permukaan lautan.

Ketika plankton tenggelam, makanan sekunder berkembang pesat diantara bakteri di bawah, yang mengkonsumsi sebagian besar oksigen pada perairan lebih dalam.

Dengan semakin berkurangnya tingkat oksigen, hewan laut tidak dapat bertahan hidup, dan memusnahkan sebagian besar populasi mereka.

Sebelumnya, telah dinyatakan bahwa karbon dioksida pada atmosfir merupakan penyebab terjadinya pemupukan laut, karena meningkatnya kadar yang membawa perubahan iklim, membilas lebih banyak nutrisi ke dalam lautan.

Namun, kajian baru yang mengemukakan teori alternatif, bahwa pengembangan belerang dalam setengah juta tahun sebelum Ocean Anoxit Event, berlangsung 94,5 juta tahun lalu telah dipatahkan.

Seperti dilansir Telegraph, Profesor Matius Hurtgen, salah seorang penulis penelitian tersebut, kepada The Times mengatakan, "Sulfat membantu lautan mempertahankan fosfornya."

"Bersamaan dengan nitrogen dan zat besi, fosfor merupakan kunci pembatas nutrisi pada lautan. Tanpa fitoplankton tidak akan dapat berkembang. Namun ketika vulkanik raksasa terjadi lebih besar, hal itu akan mengubah jumlah fosfor yang tersedia dan mengakibatkan terjadinya peristiwa anoxic ini." (Telegraph/sua)