| Mengundur Jam Masuk Sekolah Baik Untuk Anak |
| Ditulis oleh Epochtimes | Sabtu, 04 September 2010 |
|
Menurut sebuah studi baru yang dilakukan di St George’s School, sekolah SMA swasta di Rhode Island, mengundur jam masuk hanya 30 menit mulai pukul 8:00 pagi menjadi 8:30 akan meningkatkan kesiapan, kondisi kejiwaan, dan kesehatan remaja secara signifikan Dr. Judy Owen, seorang ahli dalam hal tidur bersama Hasbro Children’s Hospital dan asosiasi profesor di the Warren Alpert Medical School of Brown University, mengatakan bahwa hasil penelitian dapat menyebabkan siswa lebih sedikit menderita karena kurang tidur (kurang dari sembilan jam per malam), sebuah masalah yang lazim ditemukan dalam lingkungan masyarakat modern. “Sederhana saja (yaitu, 30 menit) waktu penundaan terkait dengan peningkatan yang signifikan dalam lamanya tidur yang dirasakan sendiri dan penurunan tingkat rasa kantuk di siang hari,” tulis para ilmuwan dalam makalah penelitian mereka, yang diterbitkan dalam laporan Pediatric and Adolescent Medicine edisi Juli. “Mungkin yang lebih penting, para siswa merasakan kurangnya rasa tertekan dan lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan cenderung untuk mencari bantuan medis untuk masalah kelelahan terkait yang ada hubungannya dengan perubahan jam masuk sekolah.” Setelah melakukan survei kepada 201 siswa dari kelas 9 sampai 12, persentase siswa yang tidurnya kurang dari tujuh jam mengalami penurunan sebesar 79,4 persen, dan yang melaporkan setidaknya tidur delapan jam meningkat dari 16,4 persen menjadi 54,7 persen. “Mengingat kekhawatiran yang meningkat baru-baru ini berkenaan hubungan antara kurangnya tidur dan gejala depresi mapun keinginan bunuh diri pada remaja, dampak positif pada suasana kejiwaan yang berhubungan dengan menunda waktu jam masuk sekolah adalah sangat penting,” seperti yang tertulis dalam makalah penelitian. Owens mencatat bahwa perubahan biologis pada remaja dapat menyebabkan apa yang dikenal sebagai penundaan fase (“phase delay”), yang mengisyaratkan kondisi tidur lebih telat dan saat bangun tidur karena pergeseran ritme tubuh (circadian rhythm) mereka. Sebagai remaja rata-rata mengalami kesulitan tidur sebelum 11:00, waktu bangun terbangun yang ideal untuk memastikan sembilan jam tidur akan sekitar 08:00. “Selain faktor-faktor biologis, remaja yang terkena beberapa faktor lingkungan dan gaya hidup seperti kegiatan ekstrakurikuler, pekerjaan rumah, dan pekerjaan setelah-sekolah, semuanya bisa berdampak pada pola tidur mereka,” kata Owens dalam siaran pers. “Sebagai akibat kerugian tidur selama seminggu, remaja tidur lebih sering di akhir pekan, yang berkontribusi mengakibatkan gangguan ritme sirkadian mereka dan menurunkan tingkat kesiapannya di siang hari. Tidaklah mengherankan bahwa sejumlah besar penelitian sekarang mendokumentasikan bahwa rata-rata remaja kronis kurang tidur dan secara patologis mudah mengantuk.” (Helena Zhu/The Epoch Times/bdn)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Berlian Dibalik Kabut Percandian Muarajambi
- Rudal AS Tewaskan Tokoh al-Qaeda Pakistan
- Tentara Suriah Lancarkan Serangan Besar-besaran
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Mengatasi Polusi Timbal dengan Jamur
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Cerita Tentang Einstein
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi

Siswa yang tidak dapat bangun di pagi hari sekarang memiliki penyesuaian lain untuk keterlambatan mereka.





Mozilla Firefox