| 10 Fenomena Tak Jelas dalam Komunitas Ilmiah |
| Ditulis oleh Era Baru / Secret China | Senin, 07 September 2009 |
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Ketika ilmu pengetahuan modern telah menyadari kemampuan untuk terbang, penjelajahan ruang angkasa dan telah menemukan obat untuk banyak penyakit, manusia telah menjadi kagum akan kekuatannya. Tapi mari kita ingat bahwa meskipun banyak fenomena di dunia memiliki penjelasan ilmiah, tidak semua fenomena dapat dijelaskan oleh pengetahuan ilmiah saat ini. Seperti banyak misteri besar di dunia dan di alam semesta kita masih belum terpecahkan, ilmu pengetahuan kita tiba-tiba terasa, yah .... terbatas. Sebagai contoh, ilmu pengetahuan belum memberikan jawaban yang pasti tentang proses asal mula terbentuknya alam semesta. Demikian pula ilmu pengetahuan belum dapat menjelaskan terbentuknya keyakinan keagamaan. Melangkah ke dalam alam supranatural, ada manifestasi misterius yang belum diberi penjelasan ilmiah yang masuk akal, karena metode ilmiah tidak dapat diterapkan untuk mengukur atau mempelajari fenomena tersebut. Mari kita lihat beberapa fenomena yang tak jelas ini dan mengingatkan diri kita sendiri bahwa alam dengan sendirinya merupakan suatu keajaiban dan banyak hal masih tetap menjadi misteri. 1. Efek Plasebo
2) Indera Keenam - Intuisi
Intuisi secara populer dikenal sebagai "memiliki firasat" atau "firasat", batin mengetahui tentang sesuatu, atau keadaan tanpa pengetahuan terlebih dahulu. Ini merupakan pengetahuan cepat tentang kebenaran. Pada tingkat praktis, dalam dunia bisnis dan kepemimpinan, "mengikuti naluri" dalam membuat keputusan bisa berarti perbedaan antara keberhasilan atau kegagalan. Pada PR Week / Burson-Marsteller CEO Survey tahun 2006 ditemukan bahwa 62 persen dari para CEO (Chief Executive Officer - pimpinan perusahaan) cenderung untuk membuat keputusan bisnis yang didasarkan pada intuisi mereka daripada analisis data. Pemahaman ini tercermin dalam studi tahun 2007 oleh University College London berjudul, Mempercayai naluri Anda mengarah ke jawaban yang tepat. Lingkup potensial dari intuisi menyentuh ke dalam dan di luar alam ilmu pengetahuan yang dapat diukur, ketika fenomena intuisi melampaui apa yang dapat diukur atau dijelaskan ilmu pengetahuan. Clairvoyance, kemampuan psikis, tanggapan di luar panca indera, ramalan, dan pengembangan kesadaran yang lebih tinggi merupakan perluasan dari kemampuan ini dan telah menjadi sumber keheranan sepanjang sejarah umat manusia. Lao Tzu, filsuf Tiongkok kuno menyatakan, "Kekuatan pemahaman intuitif akan melindungi Anda dari bahaya sampai akhir hari-hari Anda". Albert Einstein menyatakan, "Satu-satunya hal yang berharga adalah intuisi." Tapi dari mana datangnya intuisi? Studi tentang otak manusia menunjuk pada kelenjar pineal sebagai kemungkinan jawaban terhadap misteri ini. René Descartes (1596-1650), bapak filsafat modern menyebut kelenjar pineal sebagai "kursi jiwa". Pemikiran oriental kuno menganggap intuisi berada di daerah kelenjar pineal, menjadi titik untuk menerima pencerahan dari jiwa dalam bentuk pengetahuan dan pikiran. Ketika pengetahuan ini disampaikan ke akal pikiran dan ditindaklanjuti secara akurat, manusia menjadi bijak. |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga

Melalui perkembangan dan pencapaian ilmu pengetahuan modern, manusia semakin percaya bahwa ilmu pengetahuan memegang kekuasaan untuk memberikan penjelasan tentang setiap hal yang ada di planet kita dan di alam semesta kita.
Efek plasebo (placebo effect) telah menjadi teka-teki medis yang menyentuh pada bagaimana kekuatan pikiran dapat mempengaruhi kesehatan dan penyembuhan fisik manusia. Karya pionir H. K. Beecher memperkenalkan gagasan tentang plasebo di zaman modern (The Powerfull Placebo, 1955). Sayangnya selama bertahun-tahun, efektivitas dan hal-hal yang dapat diukur dari plasebo telah dianggap tidak dapat diandalkan oleh ilmu pengetahuan. Hal ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan metode pengujian ilmiah atau hasil yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi pasien, keadaan mental, tingkat ketidaknyamanan, evaluasi diri, serta perilaku dan percakapan dari staf medis, dan lingkungan rumah sakit secara keseluruhan. Tapi di samping hal ini, ada banyak kasus di mana kekuatan penyembuhan diri manusia adalah mengejutkan dan bahkan kadang-kadang melebihi sarana medis yang tersedia untuk membantu menyembuhkan tubuh fisik.
Panca indera dari penglihatan, pendengaran, rasa, sentuhan dan penciuman membantu kita untuk mengeksplorasi dan mengenal dunia fisik kita. Ada juga indra keenam, suatu persepsi kekuatan batin - yang dikenal sebagai intuisi. Kata intuisi adalah dari bahasa Latin; intueri yang umumnya berarti 'untuk melihat ke dalam'. Intuisi adalah kemampuan untuk mengetahui dan memahami tanpa menggunakan penalaran atau analisa logis dan umum bagi semua orang dalam berbagai tingkat ketajaman.


Mozilla Firefox