Era Baru News >> Iptek >> Bumi & Lingkungan >> Fosil Penyu Tunjukkan "Dahsyatnya Efek Rumah Kaca" di Kutub Utara
Fosil Penyu Tunjukkan "Dahsyatnya Efek Rumah Kaca" di Kutub Utara
Ditulis oleh Erabaru News Sabtu, 27 Februari 2010

Menurut sejumlah ilmuwan, penemuan fosil penyu kuno telah menyingkap Kutub Utara pernah mengalami pemanasan "ekstrem."

Beberapa bukti baru menunjukkan, hewan-hewan berimigrasi dari Asia ke Amerika Utara secara langsung menyeberangi bekas melelehnya es Samudera Antartika.

Para pakar geologi membuat terobosan setelah menemukan fosil penyu air tawar Asia--jutaan tahun--di Kanada.

John Tarduno, profesor geofisika dari Universitas Rochester mengatakan, "Kami telah mengetahui ada persimpangan antara Asia dan Amerika Utara pada akhir jaman Kapur, namun ini merupakan contoh fosil pertama milik kami di kawasan dataran tinggi Antartika yang menunjukkan bagaimana migrasi ini berlangsung."

"Kami sedang berbicara pamanasan ekstrem, kondisi melelehnya es di wilayah Kutub Utara, sehingga memunginkan migrasi menyeberangi kutub."

Banyak sungai dari benua yang berdampingan pasti telah mengalirkan air tawar ke laut kuno Antartika, ujarnya.

Air tawar, yang lebih ringan dibandingkan air laut kemungkinan telah mangapung pada permukaan air laut, sehingga memungkinkan hewan seperti penyu berimigrasi lebih mudah.

Profesor yang mempublikasikan temuannya itu dalam jurnal Geology, menambahkan, "Kami menemukan penyu-penyu ini tepat di atas bebatuan basal-peregangan lava raksasa dari serangkaian letusan dahsyat gunung berapi."

"Yang membuat kami yakin akan pemanasan kemungkinan telah diakibatkan oleh gunung berapi dalam jumlah luar biasa telah memompa karbon dioksida ke dalam atmosfir bumi."

"Ada bukti bahwa aktifitas gunung berapi telah terjai di seluruh penjuru planet ini-bukan hanya di Arktik."

"Jika semua ini terjadi pada skala waktu yang cukup pendek, hal itu dapat mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca yang dahsyat."

Tim peneliti berencana kembali ke Kutub Utara untuk menemukan lebih banyak fosil. (Erabaru/sua)