Era Baru News >> Iptek >> Bumi & Lingkungan >> Keindahan Dunia Laut Terancam Punah
Keindahan Dunia Laut Terancam Punah Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Louise Gray   
Jumat, 24 Juni 2011 10:00

alt

Generasi mendatang kemungkinan akan kehilangan kesempatan untuk berenang disekitar terumbu karang atau makan spesies tertentu, sebagaimana diingatkan sejumlah ilmuwan, karena laut telah terancam dan bergeser pada ‘fase kepunahan’ akibat ulah manusia dalam menangkap ikan serta perubahan iklim.

Satu laporan awal dari sebuah diskusi internasional dari sejumlah pakar kelautan mengatakan bahwa kondisi lautan di seluruh dunia lebih cepat memburuk daripada yang telah diperkirakan.

Para ilmuwan yang berkumpul dalam sebuah lokakarya di Oxford University, memperingatkan bahwa seluruh ekosistem, seperti terumbu karang, kemungkinan akan lenyap dalam satu generasi.

Berkurangnya stok ikan, akan mengakibatkan resiko kenaikan harga pangan dan bahkan kelaparan di sejumlah belahan dunia.

Para ahli memvonis naiknya jumlah karbondioksida pada atmosfir sebagai pendorong meningkatnya temperatur laut, yang mengakibatkan berkurangnya ganggang laut penghasil oksigen sehingga meningkatkan keasaman laut.

Kondisi ini juga terjadi saat peristiwa kepunahan masal sebelumnya dalam sejarah Bumi.

Dr. Alex Rogers, direktur ilmiah dari Program Internasional pada State of the Ocean (IPSO) yang hadir pada diskusi dengan International Union for Conservasi of nature (IUNCN), mengatakan generasi mendatang akan menderita apabila beberapa spesies ikan mengalami kepunahan.

 “Sebagaimana kami pertimbangkan, efek kumulatif dari apa yang manusia lakukan pada laut akan berimplikasi menjadi jauh lebih buruk dari apa yang kami sadari secara individu,” ujarnya.

“Ini merupakan situasi sangat serius yang menunutut tindakan tegas pada setiap tingkat.”

“Kami melihat konsekuensi bagi umat manusia yang akan berdampak dalam kehidupan kita, dan menjadin lebih buruk bagi anak-cucu kita dari generasi mendatang.”

Para ilmuwan kelautan dari berbagai bidang dituntut mengambil langkah mendesak untuk mengurangi emisi karbon, mengurangi cara-cara penangkapan ikan yang berlebihan, menciptakan kawasan lindung pada laut dan mengurangi polusi. (Erabaru/Telegraph/sua)

 

Bagikan halaman ini ke :

|