Era Baru News >> Iptek >> Antariksa & Astronomi >> Hantaman Asteroid Terkait Jaman Es
Hantaman Asteroid Terkait Jaman Es
Ditulis oleh Oleh: Claire Bates Rabu, 17 Februari 2010

Pecahnya meteorit raksasa yang menghantam Australia, kemungkinan terjadi selama jaman es melanda Inggris pada 535 M.

Klaim tersebut dibuat oleh pakar geofisika Dallas Abbot pada sebuah pertemuan Perserikatan Geofisika Amerika bulan lalu.

Ia membuktikan hal itu dari adanya temuan kawah raksasa di Teluk Carpentaria, pesisir utara Australia.

Pada pertengahan abad ke-enam, Eropa dan Asia mengalami musim dingin paling parah dalam 2.000 tahun terakhir.

Sumber waktu tersebut mengacu pada parahnya kegagalan panen dan kelaparan akibat cuaca yang tidak menentu. Sejarah berbahasa Irlandia mencatat terjadinya 'gagal pangan' dari 536 hingga 539 M.

Seperti dilansir Daily Mail, analisa Mike Baillie dari Universitas Queen, Belfast, juga menyatakan adanya jaman es. Ia menemukan pohon ek Irlandia menunjukkan pertumbuhan yang tidak normal pada era 536 dan 542 M. Fenomena ini juga telah ditandai sejumlah pohon di Swedia dan Finlandia.

Menurut sejumlah sumber sejarah hal ini diakibatkan oleh selubung debu yang turun ke Bumi.

Misalnya Bizantium, sejarawan Procopius mencatat bahwa pada 536 M perasaan paling mengerikan terjadi, karena matahari memancarkan cahaya redup.

"Rasanya sangat mirip dengan gerhana matahari, karena cahayanya tidak jelas."

Hingga kini sejumlah ilmuwan terbagi diantara dua teori, apakah awan debu itu diakibatkan letusan dahsyat gunung berapi Krakatao atau meteorit yang terhempas ke Bumi.                            

Teori letusan gunung berapi memiliki banyak pendukung karena adanya endapan sulfat yang ditemukan pada inti es dari jaman itu.

Namun, penelitian Dr. Abbott menunjukkan teori alternatif. Ia menemukan dua kawah di pesisir pantai utara Australia dengan panjang 11 mil dan lebar 7,4 mil.

Menurut National Geographic, ia telah menelusuri lokasi bukit pasir sepanjang pantai tersebut dan meyakini itu merupakan bukti telah terjadinya tsunami dahsyat akibat benturan raksasa.

Dr. Abbott memperhitungkan bahwa luas obyek sesungguhnya mencapai 2.000 kaki. Ia juga menemukan sampel bagian tengah wilayah tersebut sebagai materi yang kemungkinan besar telah mencair dan meledak hingga ke langit.

Teori ini ada kecocokan dengan tulisan pada jurnal Astronomi dan Geofisika pada 2004, yang menyatakan bahwa benda dengan luas sekitar 2.000 kaki dapat mengakibatkan peristiwa pendinginan skala besar pada 535 M.

Penelitian lain yang dipimpin fisikawan AS, Mark Boslough telah mematahkan teori Dr. Abbott.

Dr. Boslough mengatakan jika sebuah impaktor besar telah hancur saat mendekati bumi, seharusnya pecahan-pecahan dasarnya memiliki potongan utama yang menciptakan satu kawah.

Ia menambahkan bahwa Dr. Abbott dan ilmuwan lain telah menemukan bukti yang cenderung mengarah pada peristiwa benturan dibandingkan dengan apa yang diyakini para astronom.

Dr. Abbott dengan kukuh mempertahankan karyanya. Namun ia sependapat penemuannya ini tidak 100 persen terbukti, dengan mengatakan: "Saya pikir kita sudah mendekati dan mampu menunjukkan terjadinya banyak benturan benda angkasa dalam 10.000 tahun terakhir." (Erabaru/DM/sua)