| Komet Terkenal Awalnya Dibentuk di Sistem Tata Surya Lain |
| Ditulis oleh Erabaru News | Sabtu, 19 Juni 2010 |
|
Dr. Hal Levison (SwRI), Dr. Martin Duncan (Queen's University, Kingston, Kanada), Dr. Ramon Brasser (Observatoire de la Cote d'Azur, Perancis) dan Dr. David Kaufmann (SwRI) dengan menggunakan simulasi komputer menunjukkan bahwa matahari kemungkinan telah menangkap butiran-butiran es dari bintang-bintang terdekat selama melahirkan gugusan bintang, dengan cara demikian menciptakan sebuah reservoir untuk komet yang diobservasi. Sementara ini matahari tidak memiliki bintang pendamping, hal itu diyakini telah dibentuk dalam gugusan ratusan bintang yang terpancang dalam awan gas padat. Selama ini, setiap bintang membentuk sejumlah besar butiran-butiran es kecil (Komet) dalam lempengan planet yang terbentuk. Sebagian besar planet ini secara gravitasi terhempas ke luar dari sistem planet, sebelum dilahirkan oleh planet raksasa baru yang terbentuk menjadi kecil, dan bebas mengambang dalam gugusnya. Gugusan matahari berakhir keras, ketika gas diledakkan oleh bintang-bintang muda paling panas. Model baru ini menunjukkan bahwa matahari kemudian secara gravitasi menarik awan besar dari komet sehingga membuyarkan gugusannya. "Ketika ini masih muda, matahari berbagi semburan dengan pendamping dekatnya, dan kita dapat menyaksikan benda itu saat ini," ujar penulis Levison, seperti dilansir Physorg.com. "Proses pembekuan yang efisien, cukup mengagumkan dan mengarah pada kemungkinan yang mengejutkan bahwa awan tersebut mengandung campuran sejumlah sampel material dari beberapa bintang besar pendamping matahari," ujar penulis Duncan. Petunjuk bagi perencanaan tim ini, berasal dari awan komet berbentuk bola kasar yang dikenal sebagai awan Oort, yang mengelilingi matahari, membentang di tengah lintasan menuju bintang terdekat. Seringkali awan itu diasumsikan terbentuk dari lempengan proto-planet. Namun, model terperinci menunjukkan bahwa komet-komet dari sistem tata surya menghasilkan awan yang jauh lebih anemic dibandingkan dari pengamatan sumber lain. Levison mengatakan, "Jika kami berasumsi bahwa observasi lempeng proto-planet matahari dapat digunakan untuk menganalisa populasi asli awan Oort, kami dapat menyimpulkan bahwa lebih dari 90 persen awan Oort komet yang diobservasi memiliki asal-usul tata surya-lain." "Terbentuknya awan Oort telah menjadi misteri selama lebih dari 60 tahun dan tugas kami dalam memecahkan masalah ini sepertinya sudah berjalan lama." Informasi lebih lanjut: Artikel, "Capture of the Sun's Oort Cloud from Stars in its Birth Cluster" oleh Levison, Duncan, Brasser dan Kaufmann, telah diterbitkan Science Express pada 10 Juni. (Erabaru/DM/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Banyak komet terkenal seperti Halley, Hale-Bopp dan McNaught, kemungkinan telah terlahir dalam orbit bintang-bintang lain, menurut teori baru oleh astronom dari tim internasional yang dipimpin ilmuwan Southwest Research Institute (SwRI) di Boulder, Colo.





Mozilla Firefox