Era Baru News >> Iptek >> Antariksa & Astronomi >> Hubble dan Stasiun Antariksa Hadapi Ancaman Hujan Meteor
Hubble dan Stasiun Antariksa Hadapi Ancaman Hujan Meteor
Ditulis oleh Oleh: Andrew Hough Senin, 12 Juli 2010

Para ilmuwan NASA memperingatkan, beberapa satelit seperti Teleskop Hubble dan Stasiun Antariksa Internasional berada di bawah ancaman baru, yakni badai meteor paling dahsyat dalam lebih dari satu dekade.

Para ilmuwan meyakini bahwa tujuh jam dibombardir oleh puing-puing komet dapat menghancurkan wahana orbit elektronik satelit, tahun depan.

Sejumlah ilmuwan Badan Antariksa mengatakan, hal itu kemungkinan akan menciptakan visual spektakuler bagi para pengamat perbintangan.

Menurut NASA, badai yang melintasi orbit Bumi, mengelilingi matahari setiap Oktober itu, berasal dari hujan meteor yang dikenal dengan naman Draconids.

Dinamakan demikian karena meteor-meteor tersebut muncul menuju arus dalam dari arah gugusan bintang 'Draco the Dragon.' Hal ini juga dikenal sebagai Giacobinids.

Para ilmuwan NASA mengakui akan terjadinya badai itu masih belum jelas, namun sejumlah operator kendaraan antariksa dilaporkan telah mengembangkan beberapa mekanisme pertahanan.

NASA kini sedang menyelidiki stasiun ruang angkasa dan teleskop antariksa Hubble untuk memastikan bidang-bidang yang rentan terhadap hantaman hujan meteor.

Sejumlah perjalanan antariksa kemungkinan juga akan dihentikan, hingga ancaman hujan batu meteor berakhir.

Sejumlah satelit penyedia layanan vital seperti komunikasi, satnav dan televisi, akan dapat mengatasi kesulitan ini.

Terlepas dari bahaya fisik akan hantaman langsung, pelepasan elektrostatik dapat membahayakan sejumlah peralatan vital elektroniknya.

Dr. William Cooke, dari Meteoroid Environment Office pada Marshal Space Flight Centre, NASA di Alabama, mengatakan, bahwa rencana keadaan darurat telah dikembangkan untuk menghindari masalah, saat badai mencapai puncak.

"Kami benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Kini, kami memiliki perasaan yang jauh lebih baik," katanya kepada space.com.

Sejumlah prediksi komputernya, dapat disimpulkan bahwa ratusan meteor dalam satu jam dapat terlihat dari bumi pada 8 Oktober tahun depan.

"Kami telah bekerja sama dengan program-program NASA untuk menangani resiko yang dialami kendaraan antariksa. Saya membayangkan ketika ledakan Draconid akan terjadi, saya akan mendapatkan panggilan dari... beberapa maskapai serta sejumlah program antariksa pemerintah," ujarnya.

Menurutnya apabila hantaman hujan meteor benar-benar terjadi maka merupakan sebuah kelalaian.

"Jika anda dihantam meteor secara sporadis, ini merupakan kehendak Tuhan. Jika anda dihantam hujan meteoroid, hal ini merupakan tindakan kelalaian. Bahkan apabila Draconids merupakan badai meteor skala penuh, saya yakin bahwa petugas pada stasiun antariksa akan mengambil langkah-langkah yang tepat guna mengurangi resiko," imbuhnya.

Beberapa peringatan pertamanya disampaikan pada sebuah konferensi meteoroid bulan lalu di Colorado. Hal itu muncul setelah Daily Telegraph mengungkap peringatan NASA akan adanya resiko badai matahari, yang kemungkinan terjadi pada 2013 mendatang. (Erabaru/telegraph/sua)