| Bumi Bersiap Hadapi "Tsunami Matahari" |
| Ditulis oleh Oleh: Andrew Hough | Jumat, 06 Agustus 2010 |
|
Letusan bunga api matahari akhir pekan lalu telah dicatat oleh beberapa satelit, seperti Nasa's New Solar Dynamics Observatory yang gelombangnya terlihat bergerak keluar dengan sangat cepat. Para astronom dari seluruh dunia menyaksikan semburan api raksasa itu di atas sunspot seukuran Bumi, yang mereka kaitkan dengan letusan besar pada permukaan matahari. Letusan tersebut mengarah langsung ke permukaan Bumi, yang kemudian menjadi "tsunami matahari" yang dengan cepat melintasi ruang angkasa sejauh 93 mil. Sejumlah gambar dari SDO mengisyaratkan adanya hentakan gelombang udara yang bergerak cepat Para ahli mengatakan gelombang gas yang dilengkapi kekuatan tambahan kemungkian akan menjangkau Bumi. Bunga api ini akan menampilkan gambar spektakuler aurora atau cahaya kutub utara dan selatan. Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa letusan matahari benar-benar akan terjadi dan menghancurkan sejumlah satelit, mematikan peralatan listrik dan komunikasi di seluruh dunia. NASA belum lama ini telah memperingatkan bahwa Inggris kemungkinan akan menghadapi pemadaman listrik secara luas dan kehilangan sinyal komunikasi penting dalam jangka waktu lama, setelah Bumi dihantam badai matahari. Seperti diungkap Daily Telegraph Juni lalu, bahwa sejumlah ilmuwan Badan Antariksa senior meyakini Bumi akan dihantam energi magnetik dari gelombang semburan matahari yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah sekitar tahun 2013. Meski masih belum jelas, namun letusan ini akan mengakibatkan sejumlah peralatan komunikasi mengalami kerusakan. Dr. Lucie Green, dari Mullard Space Science Laboratory, Surey, memantau letusan matahari ini menggunakan teleskop Hinode milik Jepang. "Semburan kembang matahari yang menakjubkan," ujar pakar Tata Surya Inggris tersebut. Menurut pakar tersebut, peristiwa itu adalah kejadian yang langka. "Ini adalah peristiwa yang sangat langka, namun dua letusan hampir bersamaan dari lokasi matahari berbeda yang mengarah ke permukaan Bumi," jelas sumber tersebut. Letusan ini terjadi ketika struktur magnetik yang tak terukur dalam atmosfir kehilangan stabilitas dan tidak dapat lagi ditekan oleh gravitasi besar matahari. Seperti pegas spiral yang tiba-tiba terlepas, dan menyembur ke ruang angkasa." "Ini terlihat seperti pada letusan besar pertama sehingga mengubah medan magnet di seluruh atmosfir matahari yang mengakibatkan letusan kedua," tambahnya. Kedua letusan mungkin saja mengarah ke Bumi namun dengan kecepatan berbeda. "Ini berarti kita memiliki kesempatan yang sangat baik untuk menyaksikan dampak besar dan berkepanjangan, seperti cahaya di kutub utara pada lintang rendah," ungkapnya Salah seorang juru bicara NASA tidak bersedia memberikan komentar. (Erabaru/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Para ilmuwan mengingatkan, Bumi kemungkinan dapat terkena gelombang panas setelah terjadinya letusan raksasa pada matahari.





Mozilla Firefox
Comments
RSS feed for comments to this post.