| Penjelajah NASA Analisa Kandungan Air di Mars |
| Ditulis oleh Erabaru | Selasa, 13 Desember 2011 |
|
Sebuah wahana penjelajah NASA yang dipandu untuk mencari tanda-tanda air di Mars telah menemukan bukti terkuat—sebuah vena dari gipsum dan kandungan mineral dalam air yang terlihat sangat dominan dalam sebuah batu kuno. Penjelajah Mars bernama Oppotunity ini adalah kembaran dari Spirit, yang telah tiba di Mars pada Januari 2004. Selama bertahun-tahun penjelajah ini telah membantu sejumlah wahana antariksa untuk mengorbit dan kembali untuk membuktikan bahwa di Mars tidak selalu dingin dan kering seperti saat ini. Bukti paling meyakinkan, yang terungkap minggu ini pada konferensi American Geophysical Union di San Francisco adalah vena tipis dalam campuran gipsum pada batu kuno di sepanjang pinggiran sebuah kawah seluas 96 mil (154 km) yang diberi nama Endeavour. Gipsum pada umumnya hanya dikenal sebagai gips plester dari Paris—yang biasanya terbentuk dari air mengalir melalui batu karang. “Ini adalah observasi paling tepat yang dapat saya pikirkan dari seluruh misi ini,” ujar Steve Squyres ilmuwan Univresitas Cornell, ketua peneliti dari Spirit NASA dan penjelajah Opportunity Mars kepada Reuters. Saat Spirit tidak lagi beroperasi, Opportunity sebelumnya telah menemukan adanya bukti air lain yang tersimpan dalam mineral. “Mereka telah dipindah-pindah oleh hembusan angin dan telah bercampur dengan material lain,” ujar Squyres. Sebaliknya, dalam gipsum yang baru saja ditemukan terdapat alur dalam sebuah bebatuan. “Hal ini terbentuk di sini. Terdapat patahan dalam bebatuan dan air mengalir melalui benda tersebut. Gipsum telah diendapkan dari air,” ujar Squyres. Kondisi kimiawi dan geologi “hanya riak air,” imbuhnya. Opportunity diharapkan dapat menganalisa adanya dugaan vena dari gipsum di sekitar kawah sebelum pindah untuk meneliti bagaimana terbentuknya air dari tanah liat. Air merupakan syarat utama bagi kelangsungan suatu kehidupan. Penjelajah baru bernama Curosity adalah penjelajah baru Mars untuk meneliti situs lain seperti Kawah Gale yang diduga pernah memiliki kandungan air dan bahan lainnya, termasuk sejumlah organik yang dibutuhkan bagi kehidupan. (Erabaru/Telegraph/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Lukisan Paling Tenang
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga





Mozilla Firefox