Era Baru News >> Iptek >> Antariksa & Astronomi >> Hurricane, Badai Tropis Raksasa Si Mesin Penghancur
Hurricane, Badai Tropis Raksasa Si Mesin Penghancur
Ditulis oleh Era Baru Kamis, 19 Januari 2012

altHurricanes adalah badai tropis spiral raksasa, yang dapat membentuk angin dengan kecepatan lebih dari 160 mil (257 kilometer) per jam dan melancarkan lebih dari 2,4 triliun galon (9 triliun liter) hujan sehari.

Badai tropis yang sama dikenal sebagai siklon di utara Samudra Hindia dan Teluk Bengal, dan seperti angin topan di barat Samudera Pasifik.

Puncak musim badai Samudera Atlantik dari pertengahan Agustus sampai akhir Oktober dan rata-rata 5-6 badai per tahun.

Badai-badai raksasa ini bermula sebagaimanan gangguan tropis di perairan laut dengan suhu permukaan minimal 80 derajat Fahrenheit (26,5 derajat Celcius). Sistem tekanan rendah ini diperkuat oleh energi panas dari laut.

Jika badai kecepatan anginnya mencapai 38 mil (61 kilometer) per jam, dikenal sebagai depresi tropis. Sebuah depresi tropis menjadi badai tropis ketika kecepatan anginnya berkelanjutan mencapai 39 mil (63 kilometer) per jam. Ketika badai berlanjut hingga mencapai kecepatan anginnya 74 mil (119 kilometer) per jam menjadi Huriccane dan memperoleh peringkat kategori 1 sampai 5 pada skala Saffir-Simpson.

Hurricanes ini adalah mesin panas besar yang menghasilkan energi dalam skala mengejutkan. Mereka menyerap panas dari udara laut yang hangat dan lembab, dan melepaskannya melalui pengembunan uap air dalam badai petir.

Hurricane berputar di sekitar suatu pusat area dengan tekanan rendah yang dikenal sebagai “mata” . Udara yang terbenam membentuk area yang terkenal tenang ini dengan lebar 20 - 30-mil (32 – 48 kilometer). Tapi mata ini dikelilingi oleh "dinding mata" yang merupakan area berpusatnya hujan dan angin yang paling kuat.

Badai-badai ini membawa kehancuran di darat dalam berbagai cara. Ketika suatu badai melakukan pendaratan seringkali menghasilkan gelombang badai yang menghancurkan yang dapat mencapai ketinggian 20 kaki (6 meter) dengan pencapaian luas hampir 100 mil (161 kilometer). Sembilan puluh persen dari semua kematian akibat gelombang badai ini.

Suatu angin kencang dari suatu badai juga sangat merusak dan dapat menciptakan tornado. Hujan deras menyebabkan kerusakan lebih lanjut akibat terjadinya banjir dan tanah longsor, yang mungkin terjadi sampai bermil-mil masuk ke daratan.

Pencegahan terbaik terhadap badai adalah perkiraan yang akurat, yang dapat memberikan waktu bagi orang untuk keluar dari bahaya ini. Nasional Hurricane Center yang menangani masalah badai tropis, mengawasi badai-badai yang dapat membahayakan masyarakat, dan peringatan-peringatan saat badai akan melakukan pendaratan dalam waktu 24 jam. (nationalgeographic.com/ran)