| Stanford Tingkatkan Produksi Tenaga Surya |
| Ditulis oleh Epoch Times | Jumat, 27 Agustus 2010 |
|
Teknologi baru yang diketahui sebagai pancaran foton yang diperkaya secara termionik / Photon Enhanced Thermionic Emission (PETE), adalah sebuah kombinasi dari pembangkit tenaga surya tradisional yang mengubah cahaya atau panas menjadi energi, menurut sebuah laporan dari Universitas Standford. (Termionik adalah pancaran partikel dari bahan yang dipanaskan sampai mencapai suhu yang sangat tinggi). Peneliti menemukan bahwa dengan melapisi potongan bahan semikonduktor dengan suatu lapisan tipis logam Cesium, maka bahan tersebut dapat menghasilkan listrik dengan menggunakan cahaya dan panas. Berbeda dengan teknologi yang biasanya digunakan dalam panel surya di mana efisiensinya menjadi berkurang seiring dengan bertambahnya panas, proses tersebut dapat mengubah panas matahari menjadi energi sementara pada saat yang sama ia menyerap cahaya, jauh melampaui semua teknologi konversi panas dan fotovoltaik saat ini. “Ini benar-benar sebuah terobosan konsep, suatu proses energi baru, bukan hanya sekedar bahan baru atau sedikit peningkatan yang berbeda,” kata Nick Melosh, seorang asisten profesor iptek material, yang memimpin grup penelitian tersebut. “Itu adalah sesuatu yang secara mendasar berbeda mengenai bagaimana Anda dapat memanen energi.” Sehubungan dengan kemampuannya untuk mengubah kedua cahaya dan panas, sistem itu dapat mencapai efisiensi maksimum 50 - 60 persen dan paling baik bila difungsikan pada temperatur lebih dari 200 derajat Celsius. “Pertama cahaya akan masuk dan mengenai perangkat PETE kami, di mana kami dapat mengambil keuntungan dari hasil insiden keduanya cahaya dan panas,” kata Melosh. “Jadi proses PETE benar-benar memiliki dua manfaat besar dalam produksi energi yang melebihi teknologi normal.” Pengembang berharap dapat membuat perangkat yang kompatibel dengan sistem yang ada sehingga konversi menjadi lebih murah. Biaya produksi sistem PETE juga diharapkan lebih rendah bila digunakan dalam konsentrator surya. Hanya sejumlah kecil bahan yang akan diperlukan dalam setiap perangkat daripada membutuhkan panel surya silikon yang besar. Harga bahan yang mahal selalu menjadi rintangan dalam industri tenaga surya, namun dengan temuan perangkat PETE, tenaga surya bisa menjadi lebih layak. “Proses PETE benar-benar dapat memberikan sebuah peningkatan besar yang layak bagi energi surya,” kata Melosh. “Bahkan seandainya kami tidak dapat mencapai efisiensi yang sempurna, misalnya kami katakan efisiensi konversi tenaga suryanya naik 10 persen, mulai dari efisiensi 20 persen naik sampai 30 persen saja, itu secara keseluruhan masih meningkat 50 persen.” Dengan meningkatkan efisiensi, tenaga surya diharapkan dapat menjadi sama efisiennya dengan minyak. (Yi Yang/The Epoch Times/pls)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Sejumlah Insinyur dari Universitas Stanford berhasil menemukan sebuah cara menggunakan energi surya secara efektif sehingga efisiensinya menjadi hampir tiga kali lipat dari angka sekarang.





Mozilla Firefox