Era Baru News >> Iptek >> Teknologi & Inovasi >> Makin Lemah Indera Penciuman, Makin Dekat Ajal Menjemput
Makin Lemah Indera Penciuman, Makin Dekat Ajal Menjemput
Ditulis oleh Claire Bates Minggu, 06 Februari 2011

alt

Seiring bertambahnya usia kita, bukan hal aneh jika kita membutuhkan kacamata atau alat bantu pendengaran karena fungsi indera kita ini sudah mulai berkurang.

Namun sebuah studi mengejutkan kini mengklaim bahwa semakin berkurangnya fungsi indera penciuman anda saat usia semakin senja, itu berarti bahwa anda sudah mendekati ajal.

Sejumlah ilmuwan dari Pusat Medis Universitas Rush, Chicago, menemukan bahwa semakin bagus fungsi indera penciuman seseorang mendidentifkasi bau, semakin besar kemungkinan mereka akan hidup lebih lama.

Tim ini melibatkan lebih dari 1.000 relawan, yang berusia antara 53—100 tahun untuk menguji 12 bau-bau umum.

Ketua tim peneliti, Dr. Robert Wilson mengatakan kepada Mail Online, “Kami menguji guratan dan indera penciuman untuk masing-masing bau di mana para peserta memiliki sebuah pilihan di antara empat opsi.”

 “Bau-bau yang digunakan tersebut cukup dikenali, seperti asap, lemon coklelat, lada hitam dan kayu manis.”

Para peneliti kemudian terus memantau para peserta. Tak satupun di antara mereka yang mengidap dimensia atau parkinson ketika itu, selama empat tahun.

Selama periode ini, 321 orang atau sekitar 27,6 persen meninggal.

Mereka menemukan bahwa resiko kematian, 36 persen lebih tinggi bagi mereka yang hanya dapat memberi enam jawaban benar, dibandingkan dengan mereka yang berhasil mengidentifikasi 11 dari 12 macam bau.

Ditulis dalam jurnal Chemical Senses, edisi Januari, Dr. Wilson dan tim menulis, “Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan mengidentifikasi bau-bau umum pada usia senja erat kaitannya dengan resiko kematian.”

Dr. Wilson mengatakan penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa terganggunya indera penciuman kemungkinan merupakan sebagai tanda awal dari beberapa kondisi neurodegeneratif umum seperti demensia.

Ia menambahkan, “Masing-masing kondisi ini berkembang secara perlahan-lahan selama beberapa tahun sehingga dapat meningkatkan resiko kematian.”

 “Ini merupakan korelasi menurunnya fungsi penciuman dengan kondisi yang erat kaitannya dengan semakin meningkatnya resiko kematian.” (Erabaru/DM/sua)