Era Baru News >> Iptek >> Jelajah Teka-Teki >> Misteri Kematian Cleopatra Mulai Terkuak
Misteri Kematian Cleopatra Mulai Terkuak
Ditulis oleh Oleh: Allan Hall, di Berlin Sabtu, 10 Juli 2010

Menurut sejumlah ilmuwan Jerman, kematian Cleopatra bukan karena gigitan ular namun akibat ramuan koktail beracun sejenis opium dan hemlock (racun cemara).

Riwayat Ratu Sungai Nil ini berakhir pada 30 SM dan penyebab kematiannya selalu diungkap akibat gigitan ular kecil berbisa - yang kini disebut kobra Mesir.

Kini, Christoph Schaefer, sejarahwan Jerman yang juga sebagai profesor pada Universitas Trier, menyajikan bukti bahwa penyebab kematiannya akibat ramuan obat-obatan, dan bukan karena reptil kecil tersebut.

"Ratu Cleopatra terkenal karena kecantikannya dan tidak mungkin menodai serta menjadikan kematiannya sebagai persoalan (subyek) yang berkepanjangan," ujarnya seperti dilansir Telegraph.

Ia melakukan penelusuran dengan sejumlah pakar ke Alexandria, Mesir, di mana mereka berkonsultasi dengan beberapa pakar ular dan catatan-catatan medis kuno.

"Cleopatra ingin tetap cantik dalam kematiannya untuk mempertahankan mitosn-nya," katanya pada acara 'Adventure Science show' yang ditayangkan oleh Televisi Jerman, ZDF.

Cleopatra kemungkinan telah mengkonsumsi koktail opium, hemlock dan aconitum. Ramuan ini dikenal dapat menyebabkan kematian tanpa rasa sakit hanya dalam beberapa jam, sedangkan kematian akibat ular berbisa bisa hingga dalam beberapa hari dan menyakitkan."

Cleopatra memerintah dari 51 SM hingga 30 SM dan orang terakhir yang memerintah Mesir adalah Firaun Mesir. Setelah ia meninggal, Mesir menjadi provinsi Romawi.

Cleopatra merupakan sekutu Kaisar Romawi, julius Caesar dan menjalin hubungan dengan Jenderal Romawi, Mark Anthony. Mereka memiliki tiga anak kandung dan terdapat beberapa surat yang

Pada 44 SM, setelah Caesar dibunuh, ia bersekutu dengan Anthony dalam menentang ahli waris

Setelah kalah dalam pertempuran Actium melawan pasukan Oktavianus, Anthony bunuh diri. Kemudian disusul Cleopatra pada usia 39 tahun, 12 Agustus 30 SM. (Erabaru/telegraph/sua)