Era Baru News >> Iptek >> Jelajah Teka-Teki >> Keberadaan Ruang Dimensi Tanpa Batas
Keberadaan Ruang Dimensi Tanpa Batas
Ditulis oleh Era Baru Sabtu, 05 September 2009

Lisa RandallDalam deretan 100 Orang Paling Berpengaruh Majalah Time, ada sosok seorang profesor fisika Universitas Harvard, Lisa Randall. Ia diberi kehormatan sebagai tokoh berpengaruh karena telah memaparkan teori bahwa di alam semesta kita ini terdapat ruang dimensi yang tak terhitung banyaknya. Dia berada pada barisan paling depan dalam studi mengenai ruang dimensi dalam ilmu fisika.


Dalam satu dari penelitian fisi nuklirnya, Lisa menemukan beberapa partikel tiba-tiba menghilang. Dari percobaan, dia mengemukakan hipotesa dengan yakin, bahwa partikel-partikel tersebut telah memasuki dimensi kelima yang tidak bisa terdeteksi oleh pikiran sehat manusia. Hipotesis itu bersebrangan dengan teori relativitas Einstein, dan penemuan baru ini telah menciptakan sebuah sensasi yang besar di dalam masyarakat ilmu fisika internasional.

Majalah “Time” melaporkan, Lisa bukanlah orang pertama yang mengadakan hipotesa  tentang dimensi-dimensi yang tersembunyi, tetapi teorinya mengemukakan sebuah gagasan revolusioner bahwa suatu dimensi ekstra tidak terbatas besarnya, dan bahwa kita berada pada lubang muara 3 dimensi dari dimensi alam semesta yang lebih tinggi. Dia menunjukan bahwa : “Dimensi yang kelima tidaklah jauh dari kita, dan kita sangat dekat dengannya. Tetapi kita tidak bisa mendeteksi nya karena sangat tersembunyi.”

Pusat Riset Inti Atom Eropa (The European Atomic Nucleus Research Center) baru-baru ini telah membangun sebuah particle collider (alat pembentur partikel) skala besar di dekat perbatasan Swiss dan Prancis. Konstruksi mesin itu berada 100 meter dibawah tanah. Ia dapat membantu memecahkan beberapa masalah sulit yang sering ditemukan dalam bidang fisika.

Ketika waktunya tiba untuk melakukan percobaan, dua ikat dari Proton akan dipaksa berbenturan satu sama lain dengan kecepatan 800 juta kali per detik setelah dipercepat dengan kecepatan yang hampir setara dengan kecepatan cahaya dalam terowongan berbentuk cincin selebar 27 km. Hal ini akan melepaskan partikel yang lebih kecil dari proton dalam jumlah yang luar biasa besarnya. Jika kita dapat mengukur partikel-partikel yang meghilang, kita dapat membuktikan bahwa partikel-partikel itu telah masuk dalam dimensi “kelima” yang tak terdeteksi.  (Yingzi /Minghui/sua)