| Jejaring Sosial Bangkitkan Jiwa Media Massa |
| Ditulis oleh Era Baru News | Rabu, 04 Agustus 2010 |
|
"Banyak ide-ide headlines di media diambil dari facebook, blog, dan twitter," kata Blogger, Enda Nasution saat menjadi pembicara acara seminar "Politik dan Bisnis Media Baru," di Jakarta, Rabu (4/8). Enda yang dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia ini menambahkan revolusi media juga pernah terjadi saat radio dan tv muncul. Namun
keberadaannya tidak menggantikan peran media cetak. Ada nilai tambah
yang diberikan oleh masing-masing media Namun, lanjut dia, peran media akan tertinggal bila warga lebih aktif dan rajin mengungkap permasalahan sosial di blog, facebook dan twitter, sementara media massa kurang aktif. "Keberadaan pilar kelima demokrasi ini menjadi penjaga bagi pilar keempat, yakni media massa untuk lebih memperjuangkan hak masyarakat," katanya. Kendati demikian, peranan jejaring sosial dalam melakukan gerakan sosial di internet tidak akan efektif tanpa ada dukungan dari media massa yang menyiarkan suatu permasalahan sosial. "Peran 'new media' dengan media massa saling membutuhkan," ucap Enda. Dia mencontohkan, saat kasus pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit-Chandra terus bermunculan di media massa, kalangan masyarakat khususnya para pengguna facebook memberikan dukungannya dalam gerakan sosial "Satu Juta Dukung Bibit-Chandra". Pimpinan KPK yang tadinya ditetapkan sebagai tersangka, kemudian dibebaskan. Hal itu menunjukkan peranan jejaring sosial sangat berpengaruh dalam mengubah kebijakan pemerintah, terlebih dengan disiarkannya oleh beberapa media massa," katanya seraya mengatakan kasus lainnya, Prita Mulyasari.
Enda berharap permasalahan-permasalahan sosial di kalangan masyarakat tidak hanya terungkap dalam permasalahan kalangan menengah, tetapi juga bisa mengungkap permasalahan di masyarakat bawah, seperti kasus Lumpur Lapindo. "Ini yang menjadi "pe er" kita sekarang. Isu seperti itu bisa mencuat bila pengguna jejaring sosial di daerah tersebut bisa membuat gerakan sosial," katanya. Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Nezar Patria, yang menggelar acara itu, mengatakan, perkembangan teknologi informasi ini juga mendesak pola hubungan masyarakat dengan negara. Menurut Nezar Patria, politik di dunia maya telah juga melahirkan bentuk aktivisme baru, baik dukungan terhadap ide, grup, gerakan, maupun pemilihan, dapat dilakukan hanya mengklik menu yang tersedia. "Dukungan terhadap Prita Mulyasari, Bibit-Chandra, Luna Maya, dan sebagainya, yang walau bermula di dunia maya, ternyata mempengaruhi politik di dunia nyata," katanya. Ia juga menjelaskan bahwa media baru juga membawa perubahan terhadap cara kerja jurnalis. Selain Enda, seminar juga dihadiri oleh pembicara Cherian George dari Namyang Tech University, Singapura. Ia sekilas menjelaskan perbedaan kondisi media di Singapura dibandingkan Indonesia. Di Singapura kebebasan pers sama sekali tidak ada, karena negara telah mengambil peran kontrol masyarakatnya. Sebelumnya seminar dibuka dengan acara penyerahan pemenang Apresiasi Jurnalis Jakarta 2010. Para pemenang diantaranya adalah Feri Latief untuk kategori photo story, Ade Nurul Fuad untuk kategori investigasi televisi berjudul 'Jajanan Digigit Penyakit Menjangkit,' Mawaria Wira Miharti bersama Dedi Asyatari memenangkan kategori feature televisi dengan judul 'Tinggal Berdua Demi Menjaga Pulau,' dan lain-lain. (ant/rpd/waa) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga

Jakarta - Keberadaan 'new media' atau situs jejaring sosial seperti blog, facebook, dan twitter tidak akan menggantikan media massa (media cetak dan elektronik). Malah, 'new media' akan mendukung dan membangkitkan kembali semangat dan jiwa media massa sebagai pilar demokrasi ke-empat.



Mozilla Firefox
Comments
http:/www.ematoh.com - Situs Jejaring Sosial Indonesia dan SMS Gratis ini adalah halaman Web yang memungkinkan Anda untuk mempublikasikan apa yang Anda lakukan setiap saat dalam pesan 140 karakter. Biasanya ini cukup untuk mengekspresikan perasaan Anda atau apapun yang ingin Anda katakan. Perasaan anda juga dapat diwakilkan dengan macam-macam smile yang dapat anda pilih pada menu smile. Dapatkan juga Kirim SMS Gratis Unlimited ke Indonesia Semua Operator GSM dan CDMA. Anda bisa memilih Kirim sms dalam bentuk SMS Default atau Flash SMS, SMS GRATIS ini ke semua operator GSM dan CDMA Indonesia antara lain : (Telkomsel) Simpati, As, Halo, (Indosat) Mentari, Matrix, IM3, Starone, XL, (Natrindo) AXIS, (Hutchison) 3, (Telkom) Flexy, (Bakrie) Esia, Wifone, (Mobile-8) Fren, Mobi, Hepi, (Sampoerna) Ceria, Smart. Ayo bergabung di komunitas ematoh.com dan dapatkan Fasilitas Unlimited Kirim SMS Setiap Hari.
RSS feed for comments to this post.