Era Baru News >> Iptek >> Komputer & Internet >> Polisi Buru Teroris Twitter
Polisi Buru Teroris Twitter
Ditulis oleh Era Baru News Selasa, 14 Juni 2011

twitterJakarta - Polisi sudah melacak dan memburu penebar teror lewat situs jejaring sosial Twitter. Sayangnya, polisi belum menemukan otak dibalik pelaku teror tersebut.

Pembuat akun @Alhamazah, hingga Selasa (14/6) pagi belum terungkap. Polisi juga belum bisa memastikan apakah teror yang disebar @Alhamazah diposting oleh si pembuat akun atau ulah para hacker.
"Akan diungkap secepatnya. Karena berpotensi meresahkan masyarakat," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Anton Bahrul Alam.

Sebelumnya akun twitter @Alhamazah 'berkicau' menebar ancaman akan mengebom sejumlah tempat. @Alhamazah mengatakan akan mengebom Istana Presiden dan Gelora Bung Karno serta sejumlah kantor media. Akun itu juga mengatakan akan meledakkan hotel JW Marriott untuk ketiga kalinya.

Polisi pun mengaku sudah melakukan langkah antisipasi terhadap ancaman tersebut. Polisi meningkatkan kesiagaan terhadap target yang disebut @Alhamazah.
 
"Polisi tidak akan lengah sedikit pun. Polri akan melakukan langkah-langkah eliminasi terhadap potensi kerawanan teror," kata Kabid Penum Polri, Kombes Pol. Boy Rafly Amar.

Boy melanjutkan bahwa Polri akan selalu berusaha bekerja ekstra dalam menjaga keamanan masyarakat dan berusaha melakukan pencegahan sebelum teror yang lebih besar terjadi.

"Contohnya aksi rencana teror dengan meracuni polisi. Belum sampai ada polisi yang keracunan, tapi ternyata polisi sudah mencium rencana seperti ini," sambung Boy.

Sementara itu, Anggota Komisi Hukum DPR RI, Desmond Mahesa menilai teror @Alhamazah bagai melempar ancaman dari tempat gelap. Maraknya teror terhadap polisi juga menunjukkan peran intelijen polisi yang masih lemah.

“Polisi yang bertugas melayani masyarakat, sekarang malah diserang dan ditembak. Bagaimana mau melindungi masyarakat,” kata Desmond.

Desmond pun menyarankan agar Densus 88 Polri tidak mempertontonkan aksi kekerasan terhadap teroris sehingga tidak memicu dendam kesumat kelompok tertentu.(adi/waa)