| Dua Koin Nikel dan Lima Penny |
| Ditulis oleh Chinese Culture | Kamis, 04 Februari 2010 |
|
Seorang pelayan meletakkan segelas air di depannya. "Berapa harga es krim coklat?" "Lima puluh sen," jawab si pelayan. Anak kecil menarik tangannya keluar dari saku dan menghitung jumlah koin di dalamnya. "Berapa harga satu porsi es krim biasa?" ia bertanya. Beberapa orang sedang menunggu pada sebuah meja dan pelayan mulai tidak sabar. "Tiga puluh lima sen," katanya kasar. Anak kecil tersebut lagi menghitung koin. "Saya ingin es krim biasa," katanya. Pelayan membawa es krim, meletakkan tagihan di meja dan berjalan pergi. Anak laki-laki setelah selesai menikmati es krim, membayar di kasir dan pergi. Ketika pelayan itu kembali, ia mulai mengelap meja dan kemudian menelan ludah pada apa yang dilihatnya. Di sana, ditempatkan dengan rapi di samping piring kosong, dua koin nikel lima sen dan lima koin penny- tip-untuknya. Moral dari cerita ini: pikiran orang yang penuh kasih kepada orang lain adalah benar-benar luhur.
(Erabaru/snd) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Lontong Jumbo Semarakkan Cap Go Meh
- Seorang Gamer Tewas Tergeletak di Kafe Internet
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Tahun Naga, Tahun Perubahan
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Pesawat Tanpa Awak Generasi II Siap Diluncurkan
- Cerita Tentang Einstein
- Philcoxia Tanaman Karnivora Pemakan Cacing
- Apa yang Akan Terjadi 2012? (2)
- Para Pendukung Gaddafi Alami Siksaan dan Perkosaan di Penjara
- Cuaca Ekstrim Akibat Tekanan Rendah di Selatan Jawa
- Tragedi 6 Piring Lunturnya Hati Nurani
- Jangan Diperbudak Nafsu Pikiran
- Cerita Tentang Einstein
- Pemecah Batu yang Sombong
- Bagaimana Menghilangkan Kebiasaan Buruk?

Pada hari-hari ketika es krim coklat sedang didiskon, seorang anak laki-laki 10 tahun memasuki sebuah kedai kopi hotel dan duduk di sebuah meja.





Mozilla Firefox