| Resep Pengobatan |
| Ditulis oleh Epochtimes | Jumat, 05 Maret 2010 |
|
Fani mengenakan pakaian serba hitam dengan ikat pinggang mirip rantai sepeda di pinggangnya, sepatunya lubang-lubang, rambutnya disemir warna merah keunguan, di atas alisnya ditindik anting kecil, lipstik hitam menghias bibirnya, sangat menarik perhatian. Waktu bertemu saya, dia mulai merasa kikuk, mungkin karena sorot mata saya tidak ada sinar kekaguman, tetapi malah ia mungkin merasa saya dapat memahami keadaannya. Saya melihatnya sebagai suatu kehidupan yang sengsara, dan putus asa, dalam lubuk hati merasa kurang percaya diri, semua itu dapat saya lihat dari penampilannya. Dia datang untuk mengobati sakit di bahu, lengan dan kepala. Waktu dia menunjukkan bahunya, saya terkejut. Di tubuhnya yang masih muda ini penuh dengan bekas pukulan yang parah, bekas-bekas luka yang dipukul dengan pecut, baik yang sudah lama maupun baru, sungguh tak tega melihatnya. "Astaga, siapa yang memukulmu seperti ini?" saya menanyainya. Dia berkata dengan cuek, "Teman pria saya, tapi dia sudah minta maaf dan menjamin lain kali tidak akan mengulanginya lagi." Dari bekas-bekas luka lama dan baru di sekujur tubuhnya, saya tahu jaminan yang diberikan teman prianya itu sudah tak berguna, entah sudah berapa kali diutarakan. Lalu saya bertanya lagi, "Kalau kamu terima semua ini, mengapa harus ke dokter?" "Ada seorang teman menyuruh saya kemari, Anda sering menyembuhkan penyakit di bahunya, dia sering cerita tentang Anda, juga mengatakan Anda tahu Sejati, Baik, Sabar." Mendengarkan itu hati saya tergetar, dalam hati saya berpikir, "Tak peduli dahulu ia telah berbuat apa, hari ini dia berjodoh telah datang ke tempat saya untuk mendengarkan Falun Dafa, saya harus membantunya sepenuh hati." Maka saya cerita tentang reinkarnasi, tentang pembalasan baik dan jahat, dan juga tentang kultivasi. Dia mendengar dengan seksama, lalu mulai menceritakan tentang latar belakang kehidupannya. Waktu dia berumur 8 tahun, ayahnya ingin membuangnya, lalu membawanya dengan mengendarai mobil ke tempat yang jauh. Dengan dibuang di tempat itu, ayahnya mengira tidak akan bertemu anaknya lagi selama-lamanya, namun siapa tahu dia berjalan kaki beberapa hari, lalu pulang ke rumah. Sejak itu Fani menyimpulkan bahwa manusia hanya boleh memilih dua diantara satu: kesepian atau penyiksaan. Fani memilih yang kedua, asal tidak ditelantarkan, asal dapat berkumpul dengan orang, penyiksaan apa saja dia terima. Akhirnya ia dipukul berkali-kali sehingga sekujur tubuhnya penuh dengan luka, berkali-kali ditelantarkan, tiap kali dia kehilangan kepercayaan diri, tiap kali membuat hati yang kesepian menjadi hampa, sampai hari ini dia sudah kebal atas penyiksaan. "Saya tidak tahu dahulu saya itu siapa." Waktu dia mendengar tentang reinkarnasi, dia berkata, "Saya cuma tahu, dalam mimpi, saya memukuli setiap anggota keluarga saya yang tidak baik terhadap saya, kakak saya sampai berlutut memohon ampun di hadapan saya karena memukulinya, juga ada ayah dan ibu, waktu itu perasaan saya lega sekali, senang sekali." "Kalau seperti perkataan Anda ada pembalasan baik dan jahat, maka di kehidupan yang lalu, saya mungkin telah berbuat demikian kepada mereka, maka sekaranglah saatnya saya membayarnya," sepertinya dia berpikir demikian. "Dokter, apakah orang seperti saya masih bisa tertolong?" tanyanya. "Jika mulai saat ini, kamu mau mengubah sifatmu, senantiasa berkata jujur, berbuat baik dan mengalah kepada semua orang, maka kamu masih dapat tertolong," jawab saya. (Yishan Yehua/hln)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Cerita Tentang Einstein
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Kepala Babi Kembali Ditemukan di Depan Masjid
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Penampilannya membuat semua orang di sekelilingnya tak kuasa menahan diri untuk tidak memandangnya lebih lama lagi, oleh karena itu dia terlihat menyukainya.





Mozilla Firefox