Era Baru News >> Kehidupan >> Cermin Kehidupan >> Tuhan Tolong Saya
Tuhan Tolong Saya
Ditulis oleh Era Baru Senin, 26 April 2010

Di sebuah desa, terjadi banjir air bah membuat seluruh desa terendam banjir, ada seorang pendeta sedang berdoa didalam gereja, air terlihat sudah hampir membanjiri gereja tersebut, pada saat ini tim penolong menaiki sampan datang dan berkata kepada pendeta:” Pendeta, cepat naik!, jika tidak sebentar lagi kamu akan mati kebanjiran! Pendeta berkata :”Tidak!, saya percaya Tuhan akan menolong saya! Engkau pergi saja menyelematkan orang lain.”

Tidak berapa lama kemudian, banjir sudah setinggi dada pendeta, pendeta dengan susah payah naik ke atas mimbar, tidak berapa lama kemudian, tim penolong dengan motor bot datang dan berkata kepada pendeta :”Pendeta, cepat naik ke atas bot ini, kalau tidak engkau akan mati kebanjiran!” Pendeta berkata :”Tidak! Saya harus menjaga gereja ini, Tuhan pasti akan menolong saya, kalian pergi menyelamatkan orang lain saja!”

Tidak berapa lama kemudian, banjir sudah menelan seluruh gereja, pendeta hanya bisa memegang erat-erat salib diatas atas gedung gereja. Perlahan-lahan terdengar suara helicopter mendekati tempatnya, pilot melemparkan tali kepadanya dan berkata :”Pendeta!, cepat naik ini adalah kesempatan terakhir, saya tidak tega melihat engkau mati. Pendeta menjawab :”Tidak, Tuhan akan datang menolong saya, Tuhan selalu bersama saya, kalian pergi menyelamatkan yang lain!”

Akhirnya, air bah menerjang, pendeta mati direndam banjir…..ketika sampai ke surga, bertemu dengan Tuhan dia dengan marah bertanya kepada Tuhan :”Tuhanku, selama hidup saya melayani engkau, dengan setulus hati saya serahkan seluruh hidup ini untukmu, kenapa engkau tidak menolong saya? Tuhan berkata :”mana mungkin saya tidak menolong kamu, pertama kali saya menyuruh orang naik sampan membantu engkau, engkau menolaknya; kedua kali saya menyuruh orang naik perahu menyelamatkan kamu, engkau tetap menolaknya, ketiga kali, saya seperti mengundang bangsawan menyambut engkau dengan helikopter, akhirnya engkau menolak juga, saya pikir engkau ingin segera kembali ke sini!”

Terkadang dalam kehidupan ini menghadapi banyak kendala disebabkan karena kekerasan kepala dan kesangsian kita sendiri, ketika orang mengulurkan tangan menolong kita, kita harus menyambut uluran tangannya dengan begitu dia baru bisa menolong kita. (Minghui School/hui)