| Surat Wejangan Zhuge Liang untuk Putranya |
| Ditulis oleh Erabaru | Sabtu, 07 Maret 2009 |
|
Pelajaran ke-1: Kekuatan HeningZhuge Liang mengingatkan kepada putranya, ketenangan, berpikir dengan tenang dan instrospeksi, baru bisa mengultivasi jiwa dan raga. Jika tak ada ketenangan, tak akan mampu merencanakan masa depan dengan efektif. Pelajaran ke-2: Kekuatan BerhematIa menasehati putranya agar berhemat, untuk pembinaan moralitas diri sendiri. Dengan seksama mengatur aset, mempertimbangkan pemasukan ketika mengeluarkan uang, selain bisa lolos dari kerisauan dalam berhutang, malah bisa hidup dengan sederhana dan berdisiplin, tak diperbudak oleh materi. Di dalam masyarakat beradab yang merangsang orang untuk konsumtif, apakah Anda pernah berpikir tentang manfaat berhemat? Pelajaran ke-3: Kekuatan PerencanaanMenasehati putranya dalam kehidupan harus ada rencana, jangan dalam segala hal mengutamakan nama dan kepentingan, baru bisa paham tentang tujuan hidup diri sendiri. Pelajaran ke-4: Kekuatan BelajarMenasehati putranya tentang suasana yang tenang sangat bermanfaat dalam belajar, tentu diiringi dengan suasana jiwa yang tenang dan damai, akan semakin melipat-gandakan hasil. Pelajaran ke-5: Kekuatan Nilai TambahIa mengingatkan putranya, investasi di dalam kehidupan, hendak mempunyai nilai tambah harus mempunyai tekad dahulu, tidak mau belajar dengan giat, maka tidak bisa menambah ketrampilan diri sendiri. Pelajaran ke-6: Kekuatan SpeedIa mengingatkan puteranya jika mengulur-ulur setiap permasalahan maka tidak akan mampu menguasai hal krusial dengan cepat. Komputer telah merakyat yang menandakan zaman kecepatan telah tiba. Tak dinyana, kecerdasan orang arif pada 1.800 tahun silam, kebetulan juga sama dengan zaman sekarang. Pelajaran ke-7: Kekuatan watakZhuge Liang mengingatkan puteranya, apabila terlalu terburu nafsu maka tidak dapat menempa watak. Psikiater mengatakan, “Pikiran mempengaruhi tindakan, tindakan mempengaruhi kebiasaan, kebiasaan mempengaruhi watak, watak mempengaruhi nasib.” Pelajaran ke-8: Kekuatan WaktuIa memperingatkan kepada puteranya bahwa waktu bergulir dengan cepat, tekad kuat bisa saja terkikis habis oleh waktu, “Tidak bergiat di kala muda, duka nestapa di hari tua.” Pelajaran ke-9: Kekuatan Daya Imajinasimengatakan kepada puteranya bahwa waktu terus berjalan, ketika diri sendiri berubah tidak selaras dengan dunia, menyesalinya kemudian tak juga dapat diperbaiki. Harus mengerti “Persiapan mental setiap saat, apabila terjadi hal tak terduga”, tidak panik di saat bahaya mengancam. Daya imajinasi lebih berperan dibandingkan dengan ilmu pengetahuan. Sudahkah Anda, dalam berpikir bertitik-tolak dari yang makro, dan menindak-lanjutinya secara mikro, dengan tulus dan sungguh hati merencanakan kehidupan? Pelajaran ke-10: Kekuatan Yang SederhanaSelembar surat yang ditulis oleh Zhuge Liang kepada puteranya, hanya menggunakan 86 aksara, dengan ringkas pesan telah tersampaikan.Saya percaya pengungkapan yang sederhana bersumber dari pikiran yang jernih. Isi yang terlalu bertele-tele, mudah membuat orang jemu. Komunikasi yang sederhana hasilnya lebih efektif. Apakah Anda memahami konsep komunikasi sederhana dengan “bertutur-kata dan menulis yang berbobot”? (Yang Jidai/The Epoch Times/whs) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga

Mari kita simak bagaimana Kong Ming (nama aslinya Zhuge Liang (諸葛亮), ahli strategi militer kerajaan Shu pada zaman Samkok, abad ke-3) yang tersohor itu mendidik puteranya: 


Mozilla Firefox