Era Baru News >> Kehidupan >> Cermin Kehidupan >> Seseorang yang Sulit Berbicara
Seseorang yang Sulit Berbicara
Ditulis oleh Erabaru Kamis, 15 Juli 2010

Terkadang seseorang dapat berbicara, dapat berbicara dengan lancar dapat menyampaikan perasaan hatinya, dipandang dari berbagai sudut adalah sebuah berkah.

Karena terhadap orang yang bisu atau mempunyai kesulitan berbicara/gagap, dengan begitu mudahnya untuk menyampaikan keinginan dan perasaan hatinya, adalah sebuah hal yang sangat sulit yang sangat dilakukan.

Sedangkan “kebahagiaan ini” terhadap orang normal yang bisa lancar berbicara jika kita tidak memikirkannya secara serius kita tidak akan tahu bahwa itu adalah sebuah berkah yang sangat besar.

Pada suatu hari seorang bhiksuni yang bernama Sui Lien bercerita :

Ada seorang nyonya yang berumur lima puluh tahunan datang mencarinya.

“Sulitdipercaya, ada orang untuk berbicara saja demikian sulit dan menderita.” Bhiksuni Sui Lien sambil menghela nafas berkata dengan nada pilu.

Ketika nyonya ini berbicara, suaranya bagaikan tersangkut di kerongkongannya, percakapan yang mau disampaikan sangat sulit keluar, untuk mengucapkan sepatah kata memerlukan tenaga dan penderitaan yang besar, ketika sepatah kata itu keluar dari mulutnya, dia akan terlihat sangat sulit bernafas, diwajahnya terlihat rasa sakit dan penderitaan.

Ketika dengan sekuat tenaga dia mengeluarkankan suaranya, baru ketahuaan ternyata dia menderita penyakit kesulitan untuk berbicara,  hal ini terjadi 2-3 tahun yang lalu, pada permulaan tidak begitu parah, lama kelamaan tambah parah, tingkat keparahannya sampai tidak hanya tidak bisa berbicara, jika berbicara sedikit saja dia akan menjadi sesak nafas, otot-otot seluruh badannya juga kesakitan. Walaupun sudah mencari berbagai pengobatan modern maupun tradisional, tidak dapat menemukan sumber penyakitnya.

Bhiksuni Sui Lien berkata nyonya ini menderita penyakit ini karena karmanya, karena pada kehidupan yang lalu tidak bisa berbicara sopan sehingga pada kehidupan kini karma ini menimpanya.

Pada kehidupan yang lalu, nyonya tua ini adalah seorang lelaki, dia adalah seorang yang selalu memaki orang, suka mengadu domba orang lain, selamanya hidupnya, sifatnya sangat picik, hati yang selalu cemburuan, suka memaki orang menciptakan karma besar, sehingga pada kehidupan kini menderita kesulitan berbicara.

Setiap orang mempunyai sebuah mulut, sepasang bibir, semua kata yang lembut, kata tulus, kata sopan, kata yang menghibur, kata yang memuji dikeluarkan dari mulut ini. Sedangkan kata yang memaki, kata yang mengadu domba, kata yang menyindir, kata yang menyakiti hati orang lain, kata fitnah, kata yang menyerang, dikeluarkan juga dari sepasang bibir ini.

Semua hal ini tergantung kepada kita semua kita memilih kata apa yang akan kita ucapkan? sebelum berucap pikirkan dengan baik-baik terlebih dahulu, karena kita harus bertanggung jawab terhadap kata-kata yang akan kita ucapkan. (Erabaru/hui)