| Memilih Cerdik Atau Bijaksana |
| Ditulis oleh christina | Jumat, 10 September 2010 |
|
Orang-orang yang berada dikelompok ke dua sangat tidak puas dengan keputusan itu, mereka merasa semua keuntungan telah diambil oleh kelompok pertama. Pemandu mereka berkata kepada mereka ,”Memang benar! Kelompok yang pertama karena terlebih dahulu jalan, lembu-lembu mereka dapat memakan rumput yang segar. Tetapi rumput-rumput tersebut setelah dimakan akan keluar tunas rumput yang baru; kita lambat beberapa hari lagi berangkat, lembu-lembu kita bisa memakan tunas rumput yang segar bukankah hal yang baik? Sekali ini walaupun kita kehilangan kesempatan berdagang terlebih dahulu, tetapi kita bisa mengambil kesempatan mempelajari pengalaman mereka berdagang.” Ternyata di gurun pasir terdapat setan-setan yang suka memakan daging dan meminum darah manusia. Sebelum kelompok pedagang pertama sampai ditempat itu, ketua kelompok setan-setan ini berpesan kepada anak buahnya setiap orang ditangan mereka memegang sekuntum bunga teratai dan membasahi badan mereka masing-masing lalu berubah wujud menjadi manusia dan berusaha mendekati kelompok pedagang pertama menggilir mereka menuju daerah gurun pasir yang tidak ada air dan makanan. Ketika kelompok setan ini muncul, kelompok pedagang melihat ditangan mereka menggenggam sekuntum bunga teratai, badan mereka basah kuyub, lalu menanyakan mereka datang dari tempat mana? Mereka berkata mereka datang dari arah selatan. Pemandu bertanya lagi, ”Numpang nanya apakah daerah selatan banyak air?” Setan-setan tersebut menjadi :”Oh ya, disana tidak saja mempunyai sumber air, setiap saat masih bisa hujan!” Pemandu ini setelah mendengar perkataan setan merasa sangat gembira, lalu berkata kepada kelompoknya, “Ditempat yang tidak berapa jauh dari tempat ini ada sumber air, dan sering hujan, buat apa kita begitu susah payah membawa air? Kalian semua sekarang dapat membuang bekal air kalian dengan demikian kita bisa dengan rileks dan cepat melanjutkan perjalanan.” Mereka semua setelah mendengar perkataannya, lalu membuang bekal air mereka, dengan rileks dan ringan melanjutkan perjalanannya menuju ke arah selatan. Tetapi setelah mereka sampai ditempat itu, mereka melihat gurun pasir itu sangat tandus dan gersang tidak ada sebatang rumputpun yang bisa tumbuh. Karena saat itu sudah malam hari, mereka semua sudah sangat capek, mereka memutuskan menginap ditempat ini. Setelah beberapa hari, mereka karena haus dan kelaparan daya tahan tubuh mereka turun dengan drastis, mereka tidak berdaya melanjutkan perjalanan lagi, akhirnya para setan-setan itu memakan daging dan mengisap habis darah mereka, yang tertinggal hanya tengkorak saja. Beberapa hari kemudian, kelompok kedua juga sampai ditempat ini, sebelum memasuki gurun pasir pemandu mereka berpesan kepada mereka, walaupun nanti menghadapi masalah apapun, niat pikiran kita tidak boleh goyah, walaupun didepan mata kita ada sumber air dan air hujan, kita tetap harus menjaga dengan baik air yang kita bawa masing-masing, tidak boleh memboros air. Ketika pada malam hari, untuk menjaga supaya orang-orang dikelompok yang dibawanya dapat tidur dengan nyenyak, dia sendiri berkeliling meronda. Akhirnya, mereka juga bertemu dengan setan-setan yang ditangannya menggenggam bunga, dan badannya basah kuyub, tetapi mereka bersikap acuh saja, melanjutkan perjalanan mereka. Ketika mereka tiba ditempat kelompok saudagar yang pertama sampai, mereka hanya melihat kelompok pertama ini sudah berubah menjadi tengkorak, tetapi barang dagangan yang berada diatas kereta lembu dalam keadaan selamat, akhirnya mereka memindahkan barang dagangannya ke tempat mereka, dan melanjutkan perjalanan mereka sampai ke tujuan. Cerita ini mempunyai makna yang sangat dalam, menceritakan kepada kita keegoisan dan rasa tampak membuat orang demi mendapatkan keuntungan didepan mata menjadi lupa diri, Pada dasarnya kelihatannya seperti orang yang lebih cerdik, tetapi karena itu dapat kelihangan barang yang paling berharga yaitu kebijaksanaan. Tidak tahan godaan dan masuk jebakan didalam kehidupan manusia merupakan suatu kebinasaan. Jika senantiasa dapat dengan lapang dada memperlakukan orang lain, menghadapi setiap masalah dapat mundur selangkah, maka didalam perjalanan hidup manusia ini jangan karena keegoisan dan ketamakan bisa membuat kita terjebak, sehingga kehilangan akal sehat dan kebijaksanaan. Hanya dengan bijaksana dan lapang dada terhadap orang lain maka kita dapat melalui perjalanan hidup yang bahagia dan bebas! (Erabaru/hui)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga

Dahulu ada 2 kelompok saudagar hendak
pergi berdagang, tetapi karena
jumlah orangnya banyak, untuk menghindari terjadi kekacauan, pemandu kedua
kelompok ini lalu berunding akan membagi menjadi 2 kelompok masing-masing
melanjutkan perjalanan. Pemandu kelompok pertama berpikir,” Jika boleh jalan terlebih
dahulu, lembu-lembu pembawa bekal terlebih dahulu dapat memakan rumput segar
yang dipinggir jalan. Dan juga lebih dahulu sampai ketempat tujuan dapat
terlebih dahulu menjual barang dagangan”, lalu dia memutuskan akan menjadi
kelompok pertama yang melakukan perjalanan.


Mozilla Firefox