| Tiga Lembar Uang Palsu |
| Ditulis oleh Era Baru | Selasa, 11 Oktober 2011 |
|
Chen semalaman tidak dapat tidur, kemarin hanya dia sendiri yang menyerahkan uang, bagaimana jika professor mengetahuinya? Demi kuliah di fakultas sastra ini, dia menjual habis seluruh obat herbal yang dibawa dari pengunungan, tetapi tidak disangka uang yang dibayar pemilik toko obat tersebut didalamnya ada 3 lembar uang palsu! Karena terpaksa tidak ada uang yang tersisa lagi dia membayar uang sekolahnya dengan uang palsu tersebut, dia sangat takut hal tersebut terungkap, teman-teman kuliahnya semuanya putra putri orang kaya, hanya dia sendiri orang miskin yang berasal dari pengunungan, jika uang palsu ini terungkap bagaimana dia dapat kuliah lagi?. Chen memutuskan untuk mengambil inisiatif mengaku. Keesokkan harinya Chen menunggu di rute yang biasanya dilalui professor, ketika bertemu dengan professor dia berkata, “Guru, kemarin ketika saya membayar ….” Professor dengan wajah marah berkata, “Jangan menyebut uang tersebut lagi.” Chen sangat ketakutan, professor melanjutkan berkata, “Gara-gara menerima uangmu, ketika berada dipasar saya dirampok.” Terima kasih kepada Tuhan, dalam hati Chen sangat gembira, sambil berjalan menuju ruang kuliahnya dia berpikir perampok itu telah menyelamatkan aku. Setelah kegembiraan itu berlalu, dia lalu berpikir professor telah kehilangan banyak uang, dan menyalahkannya karena terlambat membayar uang kuliah! Ketika memikirkan professor selalu memakai baju yang tua, hatinya menjadi terharu. Chen bertekad dia akan rajin belajar, suatu hari dia pasti akan menjadi terkenal dan pasti akan membalas budi professor. Chen sangat rajin belajar, dia terus menerus menulis artikel yang baik, professor juga sering memuji artikelnya, setiap kali hal ini terjadi Chen dalam hati berkata, “Tunggulah, guru” Ketika tamat kuliah, artikel Chen sudah menjadi sangat terkenal, dia menjadi orang tenar, tidak pernah khawatir mengenai uang lagi. Chen selalu teringat kepada professor tua, sekarang saatnya menyelesaikan simpul yang terdapat didalam hatinya selama bertahun-tahun ini, dia menyediakan uang tunai 1 juta Yuan untuk professor, khusus datang ke Beijing. Professor sangat senang bertemu dengannya, “Siswaku yang terkenal, masih ingat kepada jasa gurunya, sebuah moralitas yang patut dipuji.” Setelah makan, Chen dengan segenap keberaniannya mengakui kesalahannya kepada gurunya, “Guru, ketika saya menyerahkan uang sekolah 2 ribu Yuan didalamnya terdapat 3 lembar 100 Yuan uang palsu, akibat saya ditipu oleh pemilik toko….” Dengan kelopak mata merah dan terbata-bata Chen berkata. Professor sambil tertawa berkata, “Engkau masih ingat kepada 3 lembar uang palsu tersebut? Disini, saya menyimpannya, apakah salah jika saya mengkoleksi uang palsu?” sambil berkata demikian dia berjalan ke lemari mengeluarkan 3 lembar uang palsu tersebut. “Guru, bukankah engkau berkata telah dirampok.” Sambil tertegun Chen berkata. “Palsu, seperti dengan uang palsumu saya berkata bohong.” “Kenapa? Pada saat itu sebenarnya engkau bisa membongkar kecurangan saya.” Wajah professor segera berubah menjadi muram berkata, “Membongkar kecuranganmu mudah, tetapi saya tahu seorang pemuda yang dengan susah payah datang ke kota untuk kuliah, jika saya berbuat demikian akan menimbulkan bencana baginya, hanya karena uang yang 300 Yuan, membunuh bakat seseorang, saya anggap itu tidak pantas.” Chen dengan wajah penuh air mata sambil berlutut berkata, “Guru, saya akan menjadi orang yang bijaksana sepertimu.” (Erabaru/hui) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga

Akhirnya lonceng jam istirahat berbunyi, Chen memandang kearah professor tua yang dikelilingi sekelompok mahasiswi yang berceloteh tidak habis-habis, setelah kelompok mahasiswi ini pergi, dia maju kehadapan professor menyerahkan uang kuliahnya, pada saat ini pikirannya terasa kosong seperti sebuah bencana besar akan tiba, akhirnya dia melihat professor sambil menggangguk kepalanya memasukkan uang tersebut ke kantongnya.


Mozilla Firefox