Era Baru News >> Kehidupan >> Gaya Hidup >> Bekerja Sebelas Jam Tingkatkan Resiko Serangan Jantung
Bekerja Sebelas Jam Tingkatkan Resiko Serangan Jantung
Ditulis oleh Sophie Borland Rabu, 04 May 2011

alt

Jika anda bekerja di kantor selama 11 jam sehari, anda semestinya mengambil waktu istirahat sementara Selama beberapa jam.

Sebuah penelitian telah menemukan bahwa mereka yang bekerja lebih dari 11 jam tanpa henti, 2/3 kemungkinannya terkena serangan jantung.

Para peneliti mengatakan resiko ini sangat besar sehingga dokter seringkali menanyakan berapa lama mereka bekerja sambil minum atau merokok.

Tim dari Universitas College London, memperhatikan lebih dari 7.000 pegawai sipil yang bekerja di Whitehall selama 11 tahun dan berapa lama mereka bekerja rata-rata dalam sehari.

Mereka juga mengumpulkan informasi tentang kondisi jantung mereka dari catatan medis dan pemeriksaan kesehatan.

Selama periode tersebut, sebanyak 192 diantara mereka menderita serangan jantung. Namun studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, menemukan bahwa mereka yang bekerja lebih dari 11 jam sehari, 67 persen kemungkinannya terserang jantung dibandingkan dengan mereka yang bekerja ‘lima hingga sembilan jam’.

Para peneliti mengatakan temuan mereka secara potensial dapat mencegah ribuan orang terkena serangan jantung setiap tahun, karena mereka akan membantu dokter menemukan solusi tentang kondisi pasien.

Pasien-pasien beresiko tinggi, akibat kegemukan atau merokok dapat dianjurkan untuk mengurangi jam kerja mereka.

Prof. Mika Kivimaki, pemimpin penelitian tersebut mengatakan, “Kami telah menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang sangat erat kaitannya dengan resiko penyakit jantung.”

 “Dengan mempertimbangkan jam kerja diagnose pasien menjadi lebih sederhana dan lebih bermanfaat. Penelitian kami seharusnya menjadi acuan dalam praktek standar.”

 “Informasi baru ini membantu meningkatkan keputusan dalam penanganan pengobatan penyakit jantung.”

Sekitar 2,6 juta orang Inggris memiliki penyakit jantung, akibat suplai darah organ diblokir oleh penumpukan endapan lemak dalam arteri koroner.

Penyakit ini merupakan pembunuh terbesar, diklaim sekitar 101.000 jiwa setiap tahun.

Serangan jantung terjadi ketika arteri koroner benar-benar diblokir, sehingga suplai darah tersumbat, bagian jantung yang semestinya memperoleh suplai darah akan mati.

Pasien-pasien yang beresiko lebih tinggi jika mereka merokok, memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas atau kurang berolah-raga.

Seperti dilansir Daily Mail (4/4), Prof. Peter Weissberg, direktur medis British Heart Foundation, mengatakan, “Penelitian Whitehall telah sangat berpengaruh dalam membentuk pemahaman kita tentang faktor penentu sosial dari penyakit jantung.”

 “Temuan terbaru ini menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang kemungkinan dapat meningkatkan resiko serangan jantung.”

 “Namun penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengkonfirmasi hubungan ini dan memperjelas bagaimana hal tersebut dapat digunakan untuk mengubah pendekatan kami saat ini dalam menilai seseorang beresiko terkena serangan jantung serta saran apa yang kita anjurkan pada suatu kondisi pekerjaan.” (Erabaru/DM/sua)