| Mendidik Anak Agar Tidak Konsumtif |
| Ditulis oleh Epochtimes | Senin, 08 Maret 2010 |
|
Hal yang sama berlaku bagi orangtua. Saya cukup mengetahui bahwa mustahil bagi saya untuk membesarkan anak-anak dan mengarahkan setiap kemungkinan sifat karakter positif pada diri mereka, sehingga sejak lama saya memutuskan untuk berfokus pada sesuatu yang kecil dulu dan mendorong cara mendidik ke arah yang mendorong perilaku tersebut. Sesungguhnya, ada tiga tujuan. Saya ingin agar anak-anak saya mandiri dan merasa bahwa mereka dapat menangani hampir semua hal yang terjadi dalam kehidupan mereka. Saya ingin anak-anak menghargai nilai pembelajaran (dan berbicara tentang hal-hal yang telah mereka pelajari) dan membuatnya menjadi sesuatu yang normal dalam kehidupan mereka. Dan mungkin yang paling relevan dari semua, saya ingin agar anak-anak saya tidak membangun harga diri mereka dari sesuatu yang mereka punya atau tidak punya, melainkan dari siapa mereka dan apa yang telah mereka capai. Saya punya beberapa cabang dalam pendekatan saya ini:Memantau Media Konsumsi. Kami sangat selektif dalam mengijinkan anak-anak memilih media yang mereka konsumsi. Kami memiliki DVR dan menggunakannya untuk merekam program-program tertentu, seperti dokumentasi atau acara-acara keluarga. Program-program tersebut bersama dengan beberapa film DVD, itulah semua yang diizinkan untuk mereka lihat, kami sangat ketat dalam memantau jenis media mereka. Alasan kuat adalah bahwa kami tidak ingin mereka melihat promosi-iklan di mana anak-anak tampak sangat bahagia setelah memiliki mainan tertentu dan promosi tersebut bisa diputar berkali-kali. Hindari Percakapan Tentang Kepunyaan. Kami menghindari percakapan yang mengandung "kepunyaan siapa." Hal ini benar-benar memiliki manfaat ganda, tidak hanya menjauhkan kita dari menciptakan kesan pada anak-anak tentang hal-hal yang mendefinisikan orang, namun juga membantu menghilangkan kesan itu dalam pikiran kita sendiri. Pertahankan Fokus yang Positif. Kami mencoba untuk fokus pada kualitas positif berbagai macam orang. Biasanya saya mengidentifikasi melalui sifat seseorang — dan biasanya mencoba untuk menunjukkan kualitas yang baik tentang seseorang di saat pribadi tersebut disebutkan dalam percakapan keluarga. "Teman Anda benar-benar energik! Saya yakin dia benar-benar pandai bermain sepak bola!" dan seterusnya. Memuji Kerja Keras. Pujian yang kami berikan sebagian besar terfokus pada kerja keras. Apa yang harus dilakukan dalam hal ini berkaitan dengan menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi konsumtif? Hal ini (memberi pujian pada anak) bantu membangun harga diri mereka — menumbuhkan karakter positif mereka daripada membiarkan mereka tumbuh tanpa arahan sehingga cenderung mencari-cari sesuatu untuk memuaskan diri sendiri — yang sering dapat membuat mereka menjadi posesif. Saya tidak memuji segala yang mereka lakukan, tapi saya sangat memuji usaha mereka ke arah yang positif, terutama bila usaha tersebut membuahkan hasil yang baik (seperti usaha anak saya untuk dapat membaca). Jangan Menilai Orang Berdasarkan Harta Benda. Kami sangat tidak menganjurkan untuk mendefinisikan pribadi seseorang berdasarkan harta benda mereka. Hal ini memang belum menjadi masalah bagi anak-anak kami, tetapi sempat muncul satu dua kali. "Saya tidak suka si X karena dia punya Batman" adalah contoh utama yang bisa saya ingat di masa lalu. Saya meluangkan banyak waktu untuk berbicara mengenai hal-hal seperti ini dan mengesampingkan perihal harta benda. Di sini, kami mengulasnya saat berdiskusi dengan anak-anak — Hal ini baik untuk dibagi bersama, namun sebaiknya Anda tidak mengharapkan orang untuk selalu berbagi apa yang mereka miliki, dan merupakan ide yang baik untuk berbagi contoh terlebih dahulu.(Trent Hamm/val)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Penampakan UFO di Thames Estuary
- Tahanan Falun Gong Diambang Kematian
- Berlian Dibalik Kabut Percandian Muarajambi
- Rudal AS Tewaskan Tokoh al-Qaeda Pakistan
- Tentara Suriah Lancarkan Serangan Besar-besaran
- Kisah Sebatang Gandum
- Risiko Lahirkan Bayi Cacat Bagi Ibu Diabetes
- Mengatasi Polusi Timbal dengan Jamur
- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Cerita Tentang Einstein
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi

Saya termasuk orang yang berorientasi pada tujuan. Dengan hampir semua yang saya lakukan dalam hidup, saya menetapkan tujuan yang jelas pada apa yang ingin saya capai. Langkah selanjutnya adalah melakukan penelitian yang diperlukan untuk mengetahui bagaimana mencapai tujuan, dan kemudian mulai mengerjakannya sungguh-sungguh.





Mozilla Firefox
Comments
Ide YANG SANGAT Bagus..
seorang anak memang harus di Stimulus mengenai hal-hal baik sejak masih dini, agar kebaikaan senantiasa melekat dalam diri mereka. orang tua juga berperan penting dalam mengadakan fasilitas tersebut untuk buah hati mereka.
RSS feed for comments to this post.