Era Baru News >> Kehidupan >> Keluarga >> Melatih Anak Gemar Matematika
Melatih Anak Gemar Matematika
Ditulis oleh Epochtimes Jumat, 26 Maret 2010

Dewasa ini banyak orang tua disibukkan dengan pekerjaan tetap, sementara masih harus mengurus rumah tangga sehingga mungkin akan menjumpai kesulitan memasukkan angka dan matematika ke dalam jadwal kesehariannya.

Dalam buku What’s Math Got to do With It? How Parents and Teachers Can Help Children Learn to Love Their Least Favorite Subject, Boaler menjelaskan bahwa matematika tidak sulit atau menyita waktu.

Boaler menawarkan bebe-rapa cara mudah dan edukatif untuk memasukkan pelajaran matematika ke dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyarankan untuk membuat soal dengan memakai obyek sehari-hari yang ada dalam rumah tangga. Sebagai contoh, sediakan anak Anda tempat air berukuran 5 liter, satu lagi berukuran 3 liter, serta air, mintalah ia menakar 4 liter air secara tepat, hanya menggunakan dua tempat air tadi.

“Di rumah saya sendiri, saya coba menerapkan matematika selama 10 menit di pagi hari, di saat anak-anak saya masih segar dan energik. Saya juga masuk ke dalam dunia matematika mereka dengan mengajak mereka berbicara tentang matematika, kapanpun saya berpapasan dengan sesuatu yang berhubungan. Kita menghitung mobil yang lewat. Kita bicara tentang pola di kebun dan rumah. Tidak perlu memberikan pelajaran matematika terlalu banyak pada anak, yang lebih utama bisa mendorong minat anak agar menyukai matematika sehingga terkesan santai dan menyenangkan,” kata Boaler.

Menyembuhkan orang tua yang fobia Matematika

Perasaan takut atau keengganan pada bidang matematika menjadi penyebab meluasnya kekhawatiran akan matematika, khususnya bagi orang tua yang mungkin telah memiliki pengalaman tidak menyenangkan dalam kelas matematika ketika masih duduk di bangku sekolah. Boaler menjelaskan bahwa keadaan paling buruk yang biasa dilakukan orang tua  adalah mengatakan kepada anak-anak mereka bahwa mereka membenci matematika.

Dalam bukunya, Boaler menunjukkan bahwa perlu bagi para orang tua yang dulu membenci matematika di sekolah agar memulai lagi sebagai orang dewasa. Ia percaya bahwa orang tua, sebagaimana anak-anak, perlu memperoleh gambaran tentang matematika yang sebenarnya dan bukan matematika yang diajarkan di sekolah. Tidak beralasan bagi orang tua untuk menganggap matematika sebagai hal yang negatif, walaupun mereka pernah mempunyai pengalaman tak menyenangkan dengan matematika ketika masih muda dulu.

“Apabila orang tua dapat mengesampingkan anggapan yang keliru tentang matematika yang terbentuk di sekolah dan mulai kembali mempelajari matematika bersama anak-anak mereka, sangat mungkin mereka akan menikmati matematika dan menemukan bahwa ternyata matematika itu menyenangkan.”  (Lindsay Hutton/The Epoch Times/bdn)

Silahkan kunjungi Family Education.com untuk sumber-sumber media yang secara positif akan memberikan efek positif bagi pendidikan anak Anda dan perkembangannya secara menyeluruh.