| Kisah si Kupu-kupu |
| Ditulis oleh Era Baru | Jumat, 09 Desember 2011 |
|
Di sebuah tempat bagaikan surga, ada sebuah kerajaan kupu-kupu. Di dalamnya tinggal berbagai jenis kupu-kupu yang indah. Dari generasi ke generasi, kupu-kupu di dalam kerajaan itu tidak pernah meninggalkan kerajaan. Pada suatu hari ada seekor kupu-kupu bunga yang pintar dan bijaksana ingin meninggalkan kerajaan ini, ingin mencoba kehidupan di dunia luar. Dia berkata kepada raja kupu-kupu. “Saya ingin pergi ke dunia luar yang baru, saya tidak ingin terkurung disini sampai tua dan mati,” katanya. Setelah mendengar perkataannya, dengan marah raja kupu-kupu berkata, “Tidak boleh! Di sini aman dan cantik, didunia luar banyak binatang buas yang akan menyakiti kita, kita tidak boleh pergi dan tinggal di dunia luar, ini adalah tradisi dan ajaran dari nenek moyang kita.” Namun Kupu-kupu bunga menjawb, “Lahan disini terlalu kecil, makanan sangat terbatas, tidak cukup luas untuk pembibitan ras, kita harus pergi mengeksplorasi wilayah baru." “Sudahlah! tidak usah membahas masalah ini lagi, saya tidak mungkin akan mengizinkannya,” tegas Raja kupu-kupu dengan tidak sabar. Tetapi kupu-kupu bunga memutuskan meninggalkan kehidupan yang nyaman dan mudah. Diam-diam dia terbang ke dunia luar, dengan pintar dan sifat bijaksananya, akhirnya dia bisa menemukan sebuah tempat aman untuk melangsungkan kehidupan dan mereproduksi keturunannya. Walaupun terkadang ada juga binatang buas yang menyerang mereka, tetapi mereka selalu dapat mengadaptasi dengan lingkungan, meningkatkan kemampuan untuk mengalahkan musuh. Oleh karena itu, keturunannya dapat melangsungkan hidupnya dengan bahagia. Sedangkan kerajaan kupu-kupu karena pada suatu hari terjadi wabah bencana, seluruh kupu-kupu di kerajaan kupu-kupu punah semuanya. Dalam kisah ini raja kupu-kupu seperti orang tua atau guru, melakukan perlindungan yang terlalu ketat terhadap anak mereka, sehingga mereka kehilangan kemampuan berpikir mandiri dan belajar. Ketika mereka harus menghadapi dunia yang diluar payung perlindungan orang tua, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Cobalah lepaskan tangan perlindungan anda, biarkan anak-anak tersebut mengembangkan kebijaksanaan dan keberanian agar kepercayaan diri mereka timbul. (hui/ch) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga





Mozilla Firefox