Era Baru News >> Kehidupan >> Keluarga >> Terang Bagi Sesama
Terang Bagi Sesama
Ditulis oleh Era Baru Sabtu, 31 Desember 2011

alt

Topografi tanah disekitar rumah saya banyak terdapat perbukitan. Oleh sebab itu dari lantai 5 rumah, saya dapat memandang ke bawah lebih kurang 20 meter.

Terlihat dengan jelas rumah-rumah penduduk di seberang rumah saya.

Pada suatu hari saat masih subuh sekitar pukul 03.00, saya terbangun dari tidur karena adanya suara gadis menjerit minta tolong dari rumah di seberang rumah saya.

Ketika saya akan menyalakan lampu, istri saya dengan ketakutan berkata, “Jangan nyalakan lampu, lihatlah apa yang terjadi terlebih dahulu?”

Lalu saya dan istri berjalan mengendap-endap berdiri di pinggir jendela, mengangkat kain jendela dan mengintip. Kami melihat beberapa bayangan penjahat telah memasuki halaman rumah,  bersiap untuk mencongkel pintu rumah.

Namun mendengar teriakan gadis meminta tolong mereka berhenti sebentar, tetapi setelah melihat keadaan sekeliling mereka tidak ada reaksi, mereka menjadi lebih nekat lagi, dengan paksa mendorong pintu. Selain tangisan ketakutan gadis itu yang semakin lama semakin kuat, keadaan di sekeliling tidak ada suara apapun lagi, termasuk saya juga tidak bersuara.

Terlihat penjahat tersebut sudah akan memasuki rumah. Pada saat itu rumah seorang nenek diseberang rumah gadis ini dengan berani menyalakan lampu. Terdengar pula suaranya pura-pura sedang batuk. Nyala lampu tersebut membuat gerakan penjahat tersebut segera terhenti.

Berikutnya, tetangga saya lainnya menyalakan lampunya. Saya juga segera menyalakan seluruh lampu di rumah saya, serta menyalakan TV dengan volume maksimum. Suara musik sontak memecahkan kesunyian di malam hari.

Perlahan-lahan, satu demi satu lampu dirumah warga menyala dengan terang. Seluruh lingkungan rumah menjadi terang benderang, masih terdengar suara bentakan orang dari seberang jalan. Beberapa orang penjahat itu lari bagaikan tikus yang panik lari ketakutan.

Dikemudian hari, setelah teringat peristiwa adegan yang mengerikan tersebut, saya berpikir, hanya dengan lampu-lampu yang menyala, sudah dapat menyerang penjahat-penjahat lari ketakutan. Jika kita berbuat lebih gagah berani sedikit, berdiri keluar menyalakan lampu untuk orang lain, maka kejahatan akan sirna. Nyalakan lampu, bukan hanya akan membantu orang lain, namun juga akan menerangi hati kita. (hui/chr)